Tutorial Mailketing CRM
Panduan lengkap dari instalasi sampai automation. Pilih topik di sebelah kiri atau scroll ke bawah.
Instalasi
Ikuti langkah berikut untuk menginstal dan mengaktifkan Mailketing CRM di WordPress Anda.
Order Lisensi
Buka crm.mailketing.co.id, isi form registrasi, selesaikan pembayaran, dan lisensi key akan dikirim ke email Anda.
Download Plugin
Login ke dashboard, buka menu Download, dan unduh file mailketing-crm.zip.
Install Plugin di WordPress
Di WordPress admin, buka Plugins → Add New → Upload Plugin. Pilih file zip yang sudah diunduh, klik Install Now, lalu klik Activate Plugin.
Aktivasi Lisensi
Setelah plugin aktif, buka menu Mailketing CRM → Settings → License. Masukkan license key dari email, klik Activate. Jika berhasil, status berubah menjadi Active.
Verifikasi Instalasi
Pastikan menu Mailketing CRM muncul di sidebar WordPress admin. Jika sudah muncul, plugin berhasil terinstal dan siap dikonfigurasi.
FAQ
Bagaimana cara pindah plugin ke domain lain?
Login ke dashboard, buka menu Lisensi, klik Reset Domain. Setelah itu Anda bisa aktivasi lisensi di domain baru.
Plugin tidak muncul setelah diaktifkan?
Pastikan versi WordPress Anda minimal 5.0 dan PHP minimal 7.4. Coba deaktivasi lalu aktifkan kembali plugin.
Lisensi key tidak valid?
Pastikan Anda copy-paste license key dengan benar tanpa spasi di awal/akhir. Jika masih gagal, hubungi support via Telegram.
Mailketing Integration
Hubungkan plugin Mailketing CRM dengan akun Mailketing Anda agar plugin bisa mengirim email dan menggunakan kredit Mailketing.
Dapatkan API Token
Login ke mailketing.id, buka Settings → API, copy API Token Anda.
Masukkan API Token di Plugin
Di WordPress admin, buka Mailketing CRM → Settings → Mailketing Integration. Paste API Token, klik Connect. Jika berhasil, email akun Mailketing Anda akan muncul beserta jumlah kredit tersisa.
Isi Default Sender
Isi From Name (nama pengirim yang tampil di inbox penerima) dan From Email (email pengirim yang sudah terverifikasi di Mailketing). Klik Simpan.
Test Kirim Email
Klik tombol Send Test Email, masukkan email tujuan, klik Kirim. Cek inbox Anda — jika email masuk, konfigurasi sudah benar.
Setup Webhook (Opsional tapi Direkomendasikan)
Webhook memungkinkan plugin menerima notifikasi dari Mailketing saat email dibuka atau bounce. Tanpa webhook, statistik open rate dan bounce tidak akan update.
Cara setup:
- Di Mailketing dashboard, buka Settings → Webhooks → Add Webhook
- Masukkan Webhook URL yang tertera di halaman Settings plugin
- Centang event: email.opened dan email.bounced
- Klik Save, lalu klik Send Test untuk verifikasi
Checklist Setelah Konfigurasi
- ✓ API Token terhubung dan menampilkan email akun Mailketing
- ✓ Kredit tersedia (minimal 100 kredit untuk testing)
- ✓ From Name dan From Email sudah disimpan
- ✓ Test email berhasil diterima di inbox
- ✓ Webhook URL sudah dipasang di dashboard Mailketing
FAQ
Kredit Mailketing habis, apa yang terjadi?
Plugin tidak bisa mengirim email jika kredit 0. Buka halaman Settings → Mailketing Integration dan klik Top Up Credits untuk membeli kredit tambahan.
Bagaimana cara ganti akun Mailketing?
Klik Disconnect di halaman Settings, lalu masukkan API Token akun baru dan ulangi langkah konfigurasi.
Bisakah menggunakan beberapa sender email berbeda?
Bisa. Default Sender hanya digunakan sebagai fallback. Anda bisa memilih sender berbeda saat membuat campaign atau autoresponder.
General Setting
Settings → General adalah halaman untuk mengatur informasi perusahaan Anda yang akan digunakan sebagai data default dalam email dan komunikasi dengan contact. Informasi ini akan muncul di footer email, template email, dan berbagai komunikasi lainnya.
Manfaat: Email terlihat lebih profesional dengan informasi perusahaan lengkap, contact tahu siapa pengirim email, informasi kontak mudah diakses, timezone memastikan jadwal email terkirim di waktu yang tepat.
Cara Akses
Buka Settings → General di sidebar dashboard. Anda akan melihat form dengan berbagai field informasi perusahaan.
Field yang Tersedia
| Field | Kegunaan | Contoh |
|---|---|---|
| Company Name | Nama resmi perusahaan atau brand Anda. Muncul di footer email, digunakan sebagai nama pengirim default, muncul di template email | PT Sejahtera Indonesia, Toko Online Makmur, CV Digital Marketing Pro |
| Company Email | Email resmi perusahaan yang bisa dihubungi. Email kontak yang ditampilkan di footer email, untuk menerima pertanyaan dari contact. Bukan email pengirim campaign (email pengirim diatur di Settings → Mailketing Integration) | admin@perusahaan.com, info@perusahaan.com, support@perusahaan.com |
| Company Phone | Nomor telepon perusahaan yang bisa dihubungi. Muncul di footer email, contact bisa menghubungi via telepon jika diperlukan | +62 21 1234567 (kantor), +62 812-3456-7890 (WhatsApp bisnis) |
| Company Address | Alamat lengkap kantor atau toko fisik Anda. Muncul di footer email, menunjukkan kredibilitas perusahaan, diperlukan untuk compliance (beberapa negara wajib cantumkan alamat di email marketing) | Jl. Sudirman No. 123, Gedung Plaza Indonesia Lt. 5, Jakarta Pusat |
| City | Nama kota tempat perusahaan beroperasi | Jakarta, Surabaya, Bandung |
| Province | Nama provinsi tempat perusahaan beroperasi | DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Barat |
| Country | Nama negara tempat perusahaan beroperasi | Indonesia, Malaysia, Singapore |
| Timezone | Zona waktu sesuai lokasi bisnis Anda. Menentukan waktu pengiriman email campaign, scheduled campaign, delay automation dan autoresponder. Memastikan email terkirim di jam yang tepat untuk audience Anda | Asia/Jakarta (WIB), Asia/Makassar (WITA), Asia/Jayapura (WIT), Asia/Singapore |
Cara Menyimpan
- Isi field yang diperlukan
- Scroll ke bawah
- Klik tombol "Simpan"
- Halaman akan reload dan muncul notifikasi sukses
Catatan: Semua field bersifat opsional. Anda bisa mengisi sebagian saja dan menyimpan. Namun disarankan mengisi semua field untuk hasil maksimal.
Contoh Timezone Populer
- Asia/Jakarta — WIB (UTC+7) untuk Jakarta, Medan, Palembang
- Asia/Makassar — WITA (UTC+8) untuk Makassar, Bali, Balikpapan
- Asia/Jayapura — WIT (UTC+9) untuk Papua
- Asia/Singapore — Singapore Time (UTC+8)
- UTC — Coordinated Universal Time (UTC+0)
Use Case 1: Toko Online
Company Name: Toko Elektronik Sejahtera | Company Email: cs@tokoelektronik.com | Company Phone: +62 21 5551234 | Company Address: Jl. Mangga Dua Raya No. 88 | City: Jakarta Utara | Province: DKI Jakarta | Country: Indonesia | Timezone: Asia/Jakarta
Hasil: Email yang dikirim dari campaign akan menampilkan informasi lengkap toko di footer, sehingga pelanggan tahu siapa pengirimnya dan bagaimana menghubungi jika ada pertanyaan.
Use Case 2: Konsultan Freelance
Company Name: Digital Marketing Consultant by John | Company Email: john@digitalmarketing.id | Company Phone: +62 812-3456-7890 | Company Address: (kosongkan jika tidak punya kantor fisik) | City: Bandung | Province: Jawa Barat | Country: Indonesia | Timezone: Asia/Jakarta
Hasil: Email terlihat profesional dengan nama brand personal, meskipun tidak punya kantor fisik.
Tips & Best Practices
Meskipun semua field opsional, disarankan untuk mengisi semuanya: Email terlihat lebih profesional, meningkatkan kepercayaan penerima, compliance dengan regulasi email marketing. Jika tidak punya kantor fisik: Anda bisa gunakan alamat virtual office atau PO Box, atau kosongkan field alamat.
Field Company Email harus email yang: Aktif dan sering dicek, bisa menerima reply dari contact, profesional (hindari email gratisan seperti gmail personal).
Contoh email yang baik: support@namadomainanda.com, hello@namadomainanda.com, info@namadomainanda.com
Hindari: johndoe123@gmail.com (terlalu personal), noreply@namadomainanda.com (tidak bisa dibalas)
Format internasional (recommended): +62 21 1234567 (telepon kantor), +62 812-3456-7890 (mobile)
Format lokal: 021-1234567, 0812-3456-7890
Pilih satu format dan gunakan konsisten di semua komunikasi.
Penting: Timezone menentukan kapan email terkirim.
Jika audience mayoritas di Indonesia: Pilih Asia/Jakarta (WIB) untuk Jakarta/Medan/Palembang, Asia/Makassar (WITA) untuk Makassar/Bali/Balikpapan, Asia/Jayapura (WIT) untuk Papua
Jika audience internasional: Gunakan timezone mayoritas audience, atau buat campaign terpisah per timezone dengan scheduled campaign
Jangan pilih timezone server jika berbeda dengan audience — email akan terkirim di jam yang salah untuk mereka.
Jangan lupa update informasi di halaman ini jika: Pindah kantor (alamat berubah), ganti nomor telepon, ganti email support, rebranding (nama perusahaan berubah). Informasi yang outdated bisa membingungkan contact dan merusak kepercayaan.
Pastikan informasi di Settings → General sama persis dengan informasi di: Footer website Anda, Halaman Contact Us website, Media sosial (Facebook Page, Instagram Bio), Google My Business. Konsistensi meningkatkan kredibilitas dan memudahkan contact menemukan Anda di berbagai channel.
Beberapa negara (termasuk US, EU) wajib mencantumkan alamat fisik di email marketing. Jika Anda mengirim email ke audience internasional, pastikan mengisi alamat untuk menghindari masalah compliance.
FAQ
Apakah semua field wajib diisi?
Tidak. Semua field opsional. Tapi disarankan mengisi semuanya untuk hasil maksimal.
Apakah informasi ini muncul di semua email?
Ya, informasi ini digunakan sebagai default di footer email dan template. Tapi Anda bisa override per campaign jika perlu.
Bisakah menggunakan email gratisan (Gmail, Yahoo) untuk Company Email?
Bisa, tapi tidak disarankan. Lebih baik gunakan email domain sendiri (contoh: info@domainanda.com) untuk terlihat lebih profesional.
Apakah Company Email sama dengan email pengirim campaign?
Tidak. Company Email adalah email kontak yang ditampilkan di footer. Email pengirim campaign diatur di Settings → Mailketing Integration.
Bagaimana jika saya pindah kantor?
Update informasi alamat di halaman ini, klik Simpan. Informasi baru akan muncul di email campaign berikutnya. Email yang sudah terkirim tidak terpengaruh.
Bisakah mengubah timezone setelah ada campaign berjalan?
Bisa. Perubahan timezone hanya mempengaruhi campaign/autoresponder/automation yang dijadwalkan setelah perubahan. Campaign yang sudah terjadwal tidak terpengaruh.
Apa yang terjadi jika saya tidak mengisi alamat?
Email tetap bisa dikirim, tapi footer email tidak akan menampilkan alamat. Untuk audience internasional (US/EU), ini bisa melanggar regulasi.
Checklist Settings → General
- ✓ Company Name sudah diisi dengan nama resmi perusahaan
- ✓ Company Email sudah diisi dengan email aktif dan profesional
- ✓ Company Phone sudah diisi dengan nomor yang bisa dihubungi
- ✓ Company Address sudah diisi (jika punya kantor fisik)
- ✓ City, Province, Country sudah diisi
- ✓ Timezone sudah dipilih sesuai lokasi mayoritas audience
- ✓ Semua informasi sudah dicek dan benar
- ✓ Informasi konsisten dengan website dan media sosial
- ✓ Sudah klik tombol "Simpan"
Performance
Pengaturan performance mengontrol bagaimana plugin mengelola data contact dan proses pengiriman email agar website Anda tetap cepat meski mengirim ribuan email sekaligus.
Buka Mailketing CRM → Settings → Performance untuk mengaksesnya.
Cache
Cache menyimpan data contact sementara di memori agar plugin tidak perlu membaca database setiap saat. Ini mempercepat loading dan mengurangi beban server.
| Pengaturan | Penjelasan |
|---|---|
| Aktifkan Cache | Centang untuk mengaktifkan. Direkomendasikan jika Anda punya lebih dari 1.000 contacts. |
| Cache TTL (detik) | Berapa lama data disimpan di cache sebelum diperbarui. Rekomendasi: 600 detik (10 menit). Turunkan ke 300 detik jika data contact sering berubah (misalnya banyak form signup aktif). |
Queue
Queue memastikan email dikirim di background tanpa mengganggu performa website. Saat campaign dikirim ke 10.000 penerima, plugin memproses secara bertahap agar server tidak overload.
| Pengaturan | Penjelasan |
|---|---|
| Queue Workers | Jumlah email yang diproses bersamaan setiap kali cron berjalan. Rekomendasi: 5. Naikkan ke 10-20 jika server kuat dan perlu kirim lebih cepat. Turunkan ke 1-3 jika server sering overload. |
• Blog/konten kecil (<1.000 contacts): Cache tidak perlu, Workers 3
• Toko online aktif (1.000–10.000 contacts): Cache aktif 600 detik, Workers 5–10
• Database besar (>10.000 contacts): Cache aktif 1800 detik, Workers 10–20
FAQ
Data contact baru tidak muncul di dashboard?
Kemungkinan cache TTL terlalu tinggi. Turunkan TTL ke 300 detik, atau klik Clear Cache untuk memuat ulang data segera.
Campaign stuck / tidak terproses?
Pastikan cron WordPress aktif (lihat section Cronjob), dan coba naikkan jumlah Workers. Jika masih stuck, coba klik Run All Now di halaman Cronjob.
Server lambat saat campaign berjalan?
Turunkan jumlah Workers menjadi 1–3 agar proses pengiriman tidak terlalu membebani server.
Cronjob
Cronjob adalah tugas otomatis yang berjalan di background secara berkala — seperti memproses antrian pengiriman email, menjalankan autoresponder, dan menghitung ulang segment. Tanpa cronjob yang berjalan dengan baik, email terjadwal tidak akan terkirim.
Buka Mailketing CRM → Settings → Cronjob untuk memantau status semua cronjob.
Daftar Cronjob
| Nama | Interval | Fungsi |
|---|---|---|
| Campaign Queue Processor | Setiap 1 menit | Memproses antrian pengiriman campaign. Harus berjalan lancar agar email campaign terkirim tepat waktu. |
| Schedule Campaign Processor | Setiap 1 menit | Memeriksa campaign terjadwal dan memulai pengiriman saat waktunya tiba. |
| Autoresponder Queue Processor | Setiap 1 menit | Memproses antrian email autoresponder sesuai jadwal dan delay yang ditentukan. |
| Automation Queue Processor | Setiap 1 menit | Memproses antrian workflow automation. |
| Segment Recalculation | Setiap 5 menit | Menghitung ulang jumlah contact di setiap segment secara otomatis. |
Cara Memantau Status Cronjob
Di halaman Cronjob, setiap baris menampilkan:
- Status: Terjadwal (hijau) atau Tidak Aktif (merah)
- Last Run: Kapan terakhir kali cronjob berjalan
- Next Run: Jadwal berikutnya
Jika status Tidak Aktif atau Last Run sudah lebih dari 5 menit yang lalu, berarti ada masalah dengan WP-Cron. Klik Run All Now untuk menjalankan semua cronjob secara manual.
Setup External Cron (Direkomendasikan)
WP-Cron bawaan WordPress hanya berjalan saat ada pengunjung yang membuka website. Di hosting yang sepi atau saat maintenance, WP-Cron bisa tidak berjalan tepat waktu.
Solusi: Gunakan External Cron via cPanel atau Plesk
- Nonaktifkan WP-Cron di
wp-config.phpdengan menambahkan baris:
define('DISABLE_WP_CRON', true); - Di cPanel, buka Cron Jobs, tambahkan job baru:
*/1 * * * * wget -q -O /dev/null https://yourdomain.com/wp-cron.php?doing_wp_cron - Set interval: setiap 1 menit (
*/1 * * * *) - Simpan dan verifikasi di halaman Cronjob plugin — status harus berubah menjadi Terjadwal
External cron berjalan secara konsisten setiap menit, tidak tergantung ada atau tidaknya pengunjung website. Ini memastikan email terjadwal selalu terkirim tepat waktu.
FAQ
Email terjadwal tidak terkirim sesuai waktu?
Cek halaman Cronjob — pastikan Schedule Campaign Processor dan Campaign Queue Processor berstatus Terjadwal. Jika bermasalah, setup External Cron.
Segment count tidak update setelah import contact?
Segment diperbarui setiap 5 menit. Tunggu sebentar atau klik Run All Now di halaman Cronjob untuk memperbarui sekarang.
Apakah External Cron wajib?
Tidak wajib, tapi sangat direkomendasikan terutama jika Anda mengandalkan email terjadwal atau autoresponder untuk bisnis. Website dengan traffic rendah sangat rentan WP-Cron tidak berjalan.
Contact Management
Contact Management adalah inti dari Mailketing CRM — tempat Anda menyimpan, mengelola, dan mengelompokkan semua kontak email Anda.
Tags
Tags adalah label yang bisa Anda tempelkan ke contact untuk mengelompokkan mereka berdasarkan karakteristik atau perilaku. Satu contact bisa punya banyak tag sekaligus.
• "New Subscriber" — baru bergabung
• "Premium Member" — sudah upgrade
• "Webinar Registered" — daftar webinar
• "Inactive 30 Days" — tidak buka email 30 hari
Membuat Tag Baru
- Buka Contact Management → Tags
- Isi kolom Nama Tag (maks. 100 karakter)
- Isi Deskripsi (opsional — untuk catatan internal Anda)
- Klik Simpan
Menambah/Hapus Tag dari Contact
Buka Contact Management → Contacts, klik contact yang ingin diedit, lalu di bagian Tags klik Add Tag atau klik tombol × di samping tag untuk menghapusnya.
Tips & Best Practices
Gunakan format yang konsisten agar mudah dicari:
• Status: "Status - Active", "Status - Churned"
• Sumber: "Source - Facebook Ads", "Source - Organic"
• Perilaku: "Opened - Product Launch Email"
• Program: "Enrolled - Trial", "Enrolled - Premium"
Gunakan Tag untuk label yang Anda tambahkan secara manual atau via automation. Gunakan Segment untuk pengelompokan otomatis berdasarkan kondisi data.
FAQ
Berapa maksimal tag per contact?
Tidak ada batasan — satu contact bisa punya tag sebanyak yang dibutuhkan.
Bagaimana cara hapus tag dari banyak contact sekaligus?
Gunakan fitur Bulk Action di halaman Contacts — centang contact yang diinginkan, pilih Remove Tag dari dropdown bulk action.
Custom Fields
Custom Fields memungkinkan Anda menyimpan data tambahan pada setiap contact di luar field standar (nama, email, telepon, kota, negara). Gunakan untuk informasi spesifik bisnis Anda.
• "Jenis Kelamin" (pilihan: Pria/Wanita)
• "Tanggal Pembelian Terakhir" (tanggal)
• "Total Pembelian" (angka)
• "Level Membership" (pilihan: Bronze/Silver/Gold)
• "Nama Perusahaan" (teks)
Membuat Custom Field Baru
- Buka Contact Management → Custom Fields
- Isi Label — nama field yang deskriptif (contoh: "Level Membership")
- Pilih Tipe Field:
- Text — untuk nama, keterangan, teks bebas
- Number — untuk angka, jumlah, skor
- Date — untuk tanggal (birthday, tanggal join)
- Select — pilihan dropdown (buat opsi satu per baris)
- Textarea — untuk teks panjang, catatan
- Klik Tambah Field
Mengisi Data Custom Field di Contact
Buka halaman detail contact, scroll ke bagian Custom Fields, isi nilai yang sesuai, lalu klik Simpan.
Menggunakan Custom Field di Email
Setelah custom field dibuat, Anda bisa memasukkan nilainya ke dalam email menggunakan merge tag. Format: {custom:nama_field}. Contoh jika field Anda bernama "Level Membership": tulis {custom:level_membership} di template email.
FAQ
Bisakah custom field diisi otomatis dari form?
Ya. Saat integrasi form (Elementor Pro, CF7, dll), Anda bisa mapping field form ke custom field contact di menu Add Contact Integration.
Bagaimana jika custom field tidak diisi untuk beberapa contact?
Merge tag akan muncul kosong di email jika contact tidak punya nilai di field tersebut. Pastikan data contact sudah lengkap sebelum kirim campaign yang menggunakan custom field.
Segments
Segment adalah kelompok contact yang dibentuk secara otomatis berdasarkan kondisi/kriteria yang Anda tentukan. Berbeda dengan tag yang ditambahkan manual, segment dihitung ulang secara otomatis sehingga selalu up-to-date.
• "Subscriber Jakarta" — contact dengan kota = "Jakarta"
• "High Value Customers" — contact dengan Total Pembelian > 1.000.000
• "Inactive Subscribers" — contact tidak punya tag "Opened Last 30 Days"
• "New This Month" — contact dibuat bulan ini
Membuat Segment Baru
- Buka Contact Management → Segments
- Klik + Buat Segment
- Isi Nama Segment
- Tambahkan kondisi (conditions):
- Pilih Field yang ingin dijadikan filter (tag, custom field, status, kota, dll)
- Pilih Operator (sama dengan, mengandung, lebih besar dari, dll)
- Isi Nilai
- Tambahkan lebih banyak kondisi dengan AND (semua kondisi harus terpenuhi) atau OR (salah satu kondisi cukup)
- Klik Simpan
Setelah disimpan, segment akan menghitung jumlah contact yang cocok secara otomatis. Angka ini diperbarui setiap beberapa menit.
Menggunakan Segment untuk Campaign
Saat membuat campaign, di bagian Recipients pilih Segment dan pilih segment yang ingin menjadi penerima. Email hanya akan dikirim ke contact yang masuk kriteria segment tersebut.
Tips & Best Practices
1. Buat segment baru
2. Cek jumlah contact (tunggu beberapa menit atau simpan ulang untuk refresh)
3. Export CSV untuk preview daftar contact-nya
4. Jika sudah sesuai ekspektasi, baru kirim campaign
FAQ
Jumlah contact di segment tidak berubah setelah import?
Segment dihitung ulang secara berkala (setiap beberapa menit). Tunggu sebentar atau buka halaman edit segment dan klik Simpan untuk memaksa perhitungan ulang.
Segment count = 0 padahal seharusnya ada contact?
Cek kembali kondisi yang Anda buat — kemungkinan operator atau nilai tidak tepat. Coba hapus kondisi satu per satu untuk menemukan mana yang terlalu ketat.
Add Contact Integration
Add Contact Integration memungkinkan plugin otomatis menambahkan contact ke CRM setiap kali ada pendaftaran baru dari platform lain di website Anda — tanpa perlu import manual.
Platform yang Didukung
| Platform | Trigger |
|---|---|
| WordPress | Saat user baru register di WordPress |
| Sejoli | Saat order Sejoli selesai (completed) |
| WooCommerce | Saat order WooCommerce selesai |
| Elementor Pro | Saat form Elementor Pro disubmit |
| Contact Form 7 | Saat form CF7 disubmit |
| Lynkid | Saat member Lynkid baru bergabung |
Cara Setup Integrasi
- Buka Contact Management → Add Contact Integration
- Pilih platform yang ingin diintegrasikan
- Aktifkan toggle Enable Integration
- Atur Field Mapping — tentukan data apa yang diambil dan disimpan ke field contact mana
- Pilih Tags yang otomatis ditambahkan ke contact baru dari integrasi ini (opsional tapi direkomendasikan)
- Klik Simpan
FAQ
Contact sudah ada, apakah akan dibuat duplikat?
Tidak. Plugin menggunakan logika upsert — jika email sudah ada, data contact diperbarui (bukan dibuat baru). Tag baru tetap ditambahkan ke contact yang sudah ada.
Platform saya tidak muncul di daftar integrasi?
Pastikan plugin platform tersebut sudah aktif di WordPress. Menu integrasi hanya muncul jika plugin yang bersangkutan terdeteksi aktif.
Import Contacts
Import Contacts memungkinkan Anda memasukkan banyak contact sekaligus dari berbagai sumber. Ada 4 metode import yang tersedia.
Metode 1: Import dari CSV
Cocok untuk import dari database lama, spreadsheet, atau export dari platform lain.
- Buka Contact Management → Import Contacts
- Pilih tab CSV
- Siapkan file CSV — baris pertama adalah header. Kolom wajib:
email. Kolom opsional:name,phone,city,country, dan nama custom field yang sudah dibuat - Upload file CSV
- Field Mapping — cocokkan kolom CSV ke field contact. Email biasanya otomatis terdeteksi
- Pilih Tags yang ingin ditambahkan ke semua contact yang diimport (opsional)
- Klik Import dan tunggu proses selesai
• Pastikan file disimpan dalam format UTF-8 untuk menghindari karakter aneh pada nama Indonesia
• Email duplikat dalam file yang sama hanya akan diimport sekali
• Jika email sudah ada di database, data contact akan diperbarui (bukan dibuat baru)
• Jika file besar (>1.000 baris), coba bagi jadi beberapa file kecil
Metode 2: Import dari WordPress User
Import langsung dari daftar user yang sudah terdaftar di WordPress Anda.
- Pilih tab WordPress User
- Filter berdasarkan Role user jika diperlukan (Administrator, Subscriber, Customer, dll)
- Pilih Tags yang ingin ditambahkan
- Klik Import
Metode 3: Import dari Sejoli
Import customers dari order Sejoli yang sudah selesai. Menu ini hanya muncul jika plugin Sejoli aktif.
- Pilih tab Sejoli
- Filter berdasarkan produk tertentu (opsional — atau pilih semua produk)
- Pilih Tags yang ingin ditambahkan
- Klik Import
Metode 4: Import dari WooCommerce
Import customers dari order WooCommerce yang sudah selesai. Menu ini hanya muncul jika WooCommerce aktif.
- Pilih tab WooCommerce
- Filter berdasarkan produk atau kategori tertentu (opsional)
- Pilih Tags yang ingin ditambahkan
- Klik Import
FAQ
Apakah import akan membuat contact duplikat?
Tidak. Sistem menggunakan logika upsert berdasarkan email — jika email sudah ada, data diperbarui. Jika belum ada, contact baru dibuat.
Format CSV yang benar seperti apa?
Baris pertama adalah header kolom. Contoh:
email,name,phone,city
john@example.com,John Doe,08123456789,Jakarta
Bagaimana jika proses import timeout?
Bagi file CSV menjadi beberapa bagian lebih kecil (500–1.000 baris per file) lalu import secara bertahap.
Email Messaging
Email Messaging mencakup semua cara mengirim email ke contact Anda — dari membuat template, mengirim campaign blast, menjadwalkan pengiriman, sampai membuat email series otomatis.
Email Templates
Email Templates adalah desain email yang bisa Anda buat sekali dan gunakan berulang kali di campaign maupun autoresponder. Plugin menyediakan editor drag-and-drop (GrapesJS) untuk mendesain email tanpa perlu coding.
Membuat Template Baru
- Buka Email Messaging → Email Templates
- Klik + Buat Template
- Isi Nama Template (untuk identifikasi internal, tidak tampil ke penerima)
- Klik Open Editor untuk membuka visual editor
- Di editor, gunakan panel kiri untuk drag block/komponen ke canvas:
- Tambahkan Text untuk isi pesan
- Tambahkan Image untuk gambar/banner
- Tambahkan Button untuk call-to-action
- Atur warna background, font, padding sesuai brand Anda
- Klik Save di dalam editor
- Kembali ke form dan klik Simpan Template
Personalisasi dengan Merge Tags
Anda bisa menyisipkan data contact ke dalam email menggunakan merge tags:
| Merge Tag | Hasil |
|---|---|
{name} | Nama contact |
{email} | Email contact |
{phone} | Nomor telepon contact |
{city} | Kota contact |
{custom:nama_field} | Nilai custom field tertentu |
{unsubscribe_url} | Link unsubscribe (wajib ada di footer) |
Test Email Sebelum Pakai
Sebelum template digunakan untuk campaign, selalu kirim test email. Di halaman detail template, klik Send Test Email, masukkan email Anda, dan cek tampilannya di inbox.
Tips & Best Practices
• Test email sudah diterima dan tampil dengan benar
• Semua link sudah diklik dan berfungsi
• Merge tags sudah diganti dengan data yang benar (cek dengan contact yang punya data lengkap)
• Tampilan oke di mobile (buka di smartphone)
• Ada link unsubscribe di footer
• Lebar email maksimal 600px (standar inbox)
• Satu CTA utama per email — jangan terlalu banyak tombol
• Gunakan teks alternatif (alt text) pada semua gambar
• Buat 1 template "Base" dengan header dan footer standar, lalu duplikat untuk template baru
FAQ
Bisakah menggunakan template HTML sendiri?
Ya. Di editor ada opsi untuk beralih ke mode HTML Source dan menempel kode HTML langsung.
Apakah template bisa digunakan di beberapa campaign?
Ya. Satu template bisa dipilih di banyak campaign dan autoresponder. Perubahan pada template tidak akan mempengaruhi email yang sudah terkirim.
Campaigns
Campaign adalah pengiriman email blast ke banyak contact sekaligus — cocok untuk newsletter, promosi, pengumuman, atau konten berkala.
Membuat Campaign Baru
- Buka Email Messaging → Campaigns
- Klik + Buat Campaign
- Step 1 — Basic Info:
- Isi Nama Campaign (untuk identifikasi internal)
- Pilih atau buat Campaign Group (opsional — untuk mengelompokkan campaign)
- Step 2 — Email:
- Isi Subject email (yang muncul di inbox penerima)
- Isi Preheader (teks pendek setelah subject di preview inbox, opsional)
- Pilih Email Template
- Atur From Name dan From Email (opsional, default dari General Setting)
- Step 3 — Recipients:
- Pilih penerima: All Contacts, berdasarkan Tags, atau berdasarkan Segment
- Lihat preview jumlah penerima yang akan menerima email
- Klik Simpan sebagai Draft atau langsung Kirim Sekarang
Memantau Hasil Campaign
Setelah campaign dikirim, klik View Report untuk melihat statistik:
- Sent — total email yang dikirim
- Opened — berapa yang membuka email (butuh webhook aktif)
- Bounced — email yang gagal sampai (alamat tidak valid/mailbox penuh)
- Unsubscribed — contact yang berhenti berlangganan
Tips & Best Practices
• Newsletter/konten: Selasa–Kamis, pukul 09.00–11.00 atau 14.00–16.00
• Promosi flash sale: Senin pagi atau Jumat sore
• Pengumuman penting: Segera, kapanpun diperlukan
Gunakan fitur Schedule Campaign untuk kirim di waktu optimal
FAQ
Bisakah mengirim ke sebagian contact saja?
Ya. Pilih penerima berdasarkan Tags atau Segment untuk menarget kelompok tertentu.
Campaign sudah dikirim, bisakah diedit?
Tidak bisa. Campaign yang sudah terkirim tidak bisa diedit atau dibatalkan. Pastikan sudah melakukan test email sebelum kirim.
Open rate rendah, apa yang perlu dicek?
Pertama, pastikan webhook sudah aktif (tanpa webhook, open rate tidak terhitung). Kedua, coba perbaiki subject email — buat lebih personal dan spesifik. Ketiga, cek apakah email masuk ke folder spam.
Schedule Campaigns
Schedule Campaign memungkinkan Anda menjadwalkan pengiriman campaign di tanggal dan jam tertentu di masa depan — cocok untuk promo terbatas, newsletter mingguan, atau pengiriman di jam optimal.
Membuat Schedule Campaign
- Buka Email Messaging → Schedule Campaigns
- Klik + Add Schedule
- Isi semua detail campaign (sama seperti campaign biasa: nama, subject, template, penerima)
- Di bagian Schedule, pilih tanggal dan jam pengiriman
- Klik Simpan
Campaign akan berstatus Waiting sampai waktu yang ditentukan tiba. Plugin otomatis akan memulai pengiriman pada waktu tersebut.
Status Schedule Campaign
| Status | Artinya |
|---|---|
| Waiting | Menunggu waktu yang ditentukan |
| Running | Sedang dalam proses pengiriman |
| Completed | Selesai terkirim |
| Failed | Gagal (contoh: credits habis) |
| Cancelled | Dibatalkan manual |
Membatalkan Schedule Campaign
Selama status masih Waiting, Anda bisa membatalkan dengan klik tombol Cancel. Setelah status Running, pengiriman tidak bisa dihentikan sepenuhnya.
Schedule campaign bergantung pada cronjob untuk berjalan tepat waktu. Jika cronjob tidak aktif, campaign terjadwal tidak akan terkirim. Cek status di Settings → Cronjob.
FAQ
Bisakah jadwal diubah setelah disimpan?
Bisa, selama status masih Waiting. Klik Edit dan ubah tanggal/jam pengiriman.
Campaign scheduled tidak terkirim sesuai waktu?
Cek halaman Cronjob — pastikan Schedule Campaign Processor berstatus aktif. Jika bermasalah, setup External Cron untuk keandalan lebih baik.
Autoresponder
Autoresponder adalah serangkaian email yang dikirim secara otomatis bertahap setelah contact bergabung/mendaftar. Contoh: email selamat datang di hari pertama, panduan penggunaan di hari ke-3, tips lanjutan di hari ke-7.
• Welcome series — kenalkan produk Anda secara bertahap
• Onboarding — panduan step-by-step untuk pelanggan baru
• Educational course — kirim materi pelajaran setiap beberapa hari
• Re-engagement — rangkaian email untuk contact yang lama tidak aktif
Membuat Autoresponder
- Buka Email Messaging → Autoresponder
- Klik + Buat Autoresponder
- Isi Nama Autoresponder
- Pilih Trigger — kapan contact mulai menerima series ini:
- Tag Added — saat tag tertentu ditambahkan ke contact
- Form Submit — saat form tertentu disubmit
- Contact Created — saat contact baru dibuat
- Manual Enroll — Anda yang mendaftarkan contact secara manual
- Tambahkan Steps (langkah email):
- Klik + Add Step
- Isi nama step, subject, preheader, pilih template
- Atur Delay — berapa hari/jam setelah step sebelumnya email ini dikirim. Step pertama: 0 hari = langsung saat enroll
- Ulangi untuk semua step
- Klik Simpan & Aktifkan
Contoh Struktur Welcome Series
| Step | Delay | Isi Email |
|---|---|---|
| Step 1 | Langsung (0 hari) | Selamat datang + pengenalan |
| Step 2 | 3 hari kemudian | Fitur utama yang perlu diketahui |
| Step 3 | 7 hari kemudian | Tips dan trik terbaik |
| Step 4 | 14 hari kemudian | Penawaran khusus untuk member baru |
Pause dan Resume Autoresponder
Untuk menghentikan sementara autoresponder (misalnya saat update konten), klik Pause. Contact yang sudah terdaftar tidak akan menerima email baru sampai diaktifkan kembali. Klik Activate untuk melanjutkan.
FAQ
Apakah contact yang sudah terdaftar bisa masuk lagi?
Tergantung pengaturan. Secara default, jika contact sudah selesai series dan trigger terpenuhi lagi (misalnya tag dihapus lalu ditambah lagi), contact bisa terdaftar ulang.
Email autoresponder tidak terkirim?
Cek status cronjob di Settings → Cronjob — pastikan Autoresponder Queue Processor aktif. Juga pastikan kredit Mailketing Anda mencukupi.
Bisakah mengubah urutan step setelah autoresponder aktif?
Bisa. Pause autoresponder terlebih dahulu, edit step, lalu aktifkan kembali. Perubahan hanya berlaku untuk contact yang belum menerima step tersebut.
Email Log
Email Log adalah riwayat semua email yang pernah dikirim melalui plugin — baik dari campaign, schedule campaign, maupun autoresponder. Gunakan untuk memantau status pengiriman dan mendeteksi masalah.
Mengakses Email Log
Buka Email Messaging → Email Log. Semua email yang pernah dikirim akan tampil di sini dengan informasi lengkap.
Memahami Status Email
| Status | Artinya |
|---|---|
| Sent (biru) | Email berhasil dikirim, belum ada informasi dibuka |
| Opened (hijau) | Penerima sudah membuka email (butuh webhook aktif) |
| Bounced (merah) | Email gagal sampai — alamat email tidak valid atau mailbox penuh |
| Error (kuning) | Gagal dikirim karena masalah teknis (kredit habis, koneksi API, dll) |
Filter dan Pencarian
Gunakan filter di atas tabel untuk mempersempit hasil:
- Search — cari berdasarkan email penerima atau subject
- Status — filter berdasarkan status (Sent/Opened/Bounced/Error)
- Date Range — filter berdasarkan rentang tanggal
- Campaign — filter berdasarkan campaign tertentu
Kirim Ulang Email yang Gagal
Jika ada email dengan status Error, Anda bisa mengirim ulang. Klik tombol Resend di kolom Action. Pastikan penyebab error sudah diatasi terlebih dahulu (misalnya top up kredit jika error karena kredit habis).
Export Log ke CSV
Klik tombol Export CSV di pojok kanan atas untuk mengunduh log sebagai file CSV. Berguna untuk laporan bulanan atau analisis di Excel/Google Sheets.
Tips & Best Practices
• Bounce rate tinggi (>3%): segera bersihkan daftar email — hapus atau non-aktifkan contact dengan email bounced agar tidak merusak reputasi pengirim Anda
• Error rate tinggi (>1%): cek sisa kredit Mailketing dan status koneksi API
• Open rate rendah: pastikan webhook sudah aktif; open rate tidak terhitung tanpa webhook
1. Filter Email Log → Status = Bounced
2. Export CSV
3. Hapus atau non-aktifkan contact dengan email bounced dari daftar Anda
Email bounced yang dibiarkan akan terus mengurangi reputasi pengirim Anda
FAQ
Status email tidak berubah dari "Sent" ke "Opened" meski email sudah dibuka?
Pastikan webhook sudah terpasang dan aktif di Mailketing dashboard. Tanpa webhook, plugin tidak bisa menerima informasi bahwa email sudah dibuka.
Bisakah melihat isi email yang sudah dikirim?
Ya. Klik View Details di baris email log — ada tab HTML Preview untuk melihat tampilan email yang dikirim.
Apakah resend email menggunakan kredit baru?
Ya. Setiap resend dihitung sebagai pengiriman baru dan menggunakan 1 kredit.
Email Log sangat banyak dan membuat database berat?
Pertimbangkan untuk menghapus log lama secara berkala. Di Settings → Advance, ada opsi auto-cleanup log email yang lebih lama dari jumlah hari yang Anda tentukan.
Automation
Automation adalah fitur untuk menjalankan aksi otomatis ketika contact melakukan sesuatu atau memenuhi kondisi tertentu. Anda cukup atur sekali, sistem akan menjalankannya secara otomatis.
• Contact mendapat tag "New Subscriber" → otomatis kirim email welcome
• Contact membuka email campaign → otomatis tambah tag "Engaged"
• Contact klik link di email → otomatis kirim email follow-up
• Ulang tahun contact → otomatis kirim email ucapan
Manfaat: Hemat waktu (tidak perlu manual satu per satu), konsisten (setiap contact mendapat perlakuan yang sama), personal (email dikirim berdasarkan aksi nyata contact), berjalan 24/7 (otomatis meski Anda offline)
Mengakses Halaman Automation
Buka menu Automation di sidebar dashboard. Anda akan melihat daftar automation yang sudah dibuat. Jika belum ada, klik tombol "+ New Automation" untuk membuat yang pertama.
Setiap automation menampilkan:
- Label — Nama automation yang Anda buat
- Trigger — Apa yang memicu automation (contoh: "Birthday", "Tag Attached")
- Action — Apa yang dilakukan automation (contoh: "Send Email", "Tag / Untag")
- Status — Active (hijau, berjalan dan siap memproses) atau Inactive (abu-abu, tidak aktif)
- Tombol Aksi — Edit, Toggle (Aktif/Nonaktif), Hapus
Membuat Automation Baru
Klik "+ New Automation" di pojok kanan atas halaman.
1. Isi Label Automation — Beri nama yang jelas. Contoh nama yang baik: "Birthday Email", "Welcome Email - New Subscriber", "Follow-up Email - Link Click", "Tag VIP - Campaign Open"
2. Pilih Trigger (Pemicu) — Kondisi yang membuat automation mulai berjalan:
| Trigger | Kapan Berjalan | Pengaturan | Cocok Untuk |
|---|---|---|---|
| Birthday | Setiap hari untuk contact yang ulang tahun hari ini | Tidak ada pengaturan tambahan | Kirim email ucapan ulang tahun otomatis, kirim voucher diskon spesial ulang tahun |
| Link Click | Contact mengklik link dari campaign | URL Match: Contains / Is (exact) / Starts with / Ends with / Not contains + isi URL atau bagian URL yang ingin dipantau | Kirim penawaran khusus setelah klik halaman produk, tambah tag "Interested" setelah klik link tertentu |
| Campaign Open | Contact membuka campaign tertentu untuk pertama kali | Pilih Campaign Group → pilih Campaign spesifik | Tambah tag "Engaged" setelah buka email, kirim email follow-up setelah buka campaign pertama |
| Tag Attached | Tag tertentu ditambahkan ke contact | Pilih Tag dari dropdown | Kirim email welcome saat tag "New Subscriber", kirim email trial guide saat tag "Trial Started", kirim email ucapan selamat saat tag "Customer" |
Catatan penting:
- Birthday: Contact harus punya tanggal lahir (custom field "Date of Birth"). Automation cek setiap hari via cron job. Delay bisa diatur agar email terkirim jam tertentu (contoh: jam 9 pagi)
- Link Click: Contoh: Operator "Contains" + URL "pricing" → trigger saat klik link apapun yang ada kata "pricing". Operator "Is (exact)" + URL lengkap → trigger hanya untuk link tersebut
- Campaign Open: Trigger hanya berjalan sekali per contact per campaign (saat pertama kali dibuka). Jika contact buka email yang sama beberapa kali, automation hanya jalan 1x
- Tag Attached: Tag bisa ditambahkan manual, via import, via integration (form, WooCommerce, Sejoli), atau via automation lain
3. Atur Delay (Opsional) — Jeda waktu sebelum action dijalankan. Berguna agar email tidak terkirim terlalu cepat.
- No Delay — Action langsung dijalankan setelah trigger terpenuhi
- Custom Delay — Action dijalankan setelah jeda waktu tertentu. Atur durasi: Jumlah (angka) + Satuan (Minutes / Hours / Days / Weeks / Months). Contoh: 3 Days = email dikirim 3 hari setelah trigger
Tips penggunaan delay: Untuk email welcome: No Delay atau 1 Hour. Untuk email follow-up: 2-3 Days. Untuk email re-engagement: 1-2 Weeks
4. Pilih Action (Aksi) — Apa yang akan dilakukan automation setelah trigger terpenuhi:
| Action | Fungsi | Pengaturan |
|---|---|---|
| Send Email | Kirim email ke contact yang memicu automation | Pilih Campaign Group → pilih Campaign. Send Rules: No Rules (kirim langsung kapan saja) atau Time Range (kirim hanya dalam rentang waktu tertentu, contoh: 09:00 - 17:00). Catatan: Send email hanya 1x per hari per automation per contact. Campaign harus sudah dibuat terlebih dahulu |
| Tag & Untag Contact | Tambahkan atau hapus tag dari contact | Centang tag yang ingin ditambahkan (Tag) atau dihapus (Untag). Bisa memilih lebih dari satu tag |
| Update Status Contact | Ubah status contact di CRM | Pilih Status Baru: Active (bisa menerima email), Unsubscribed (tidak akan menerima email marketing), atau Bounced (email bounce, tidak akan menerima email) |
5. Simpan Automation — Klik tombol "Buat Automation" (atau "Update Automation" jika sedang edit). Automation akan tersimpan dengan status Inactive. Anda perlu mengaktifkannya secara manual di halaman daftar automation.
Aktifkan/Nonaktifkan Automation
Di halaman daftar automation, klik tombol Toggle di samping automation. Status akan berubah:
- Inactive → Active — Automation mulai berjalan (icon hijau). Automation akan memproses contact yang memenuhi trigger
- Active → Inactive — Automation berhenti (icon abu-abu). Automation tidak akan memproses contact baru
Edit dan Hapus Automation
Edit: Klik tombol Edit, ubah pengaturan sesuai kebutuhan, klik Update Automation. Perubahan hanya berlaku untuk contact yang memicu trigger setelah automation diupdate.
Hapus: Klik tombol Hapus, konfirmasi dengan klik OK. Perhatian: Penghapusan bersifat permanen. Email yang sudah terkirim tidak bisa dibatalkan. Action yang sudah dijalankan (tag yang ditambah, status yang diubah) tidak bisa di-undo.
Use Case 1: Email Birthday Otomatis
Situasi: Kirim email ucapan ulang tahun otomatis setiap hari ke contact yang berulang tahun.
Setup: Trigger: Birthday | Delay: Custom → 0 Days, 9 Hours (email terkirim jam 9 pagi) | Action: Send Email → Campaign Group: pilih group yang berisi email birthday, Campaign: "Happy Birthday Email", Send Rules: Time Range 09:00 - 10:00
Hasil: Setiap contact yang ulang tahun akan menerima email jam 9 pagi.
Use Case 2: Welcome Email untuk Subscriber Baru
Situasi: Setiap kali ada orang baru subscribe (mendapat tag "New Subscriber"), kirim email welcome otomatis.
Setup: Trigger: Tag Attached → Tag "New Subscriber" | Delay: No Delay | Action: Send Email → Campaign Group: Welcome Series, Campaign: Welcome Email, Send Rules: No Rules
Hasil: Setiap contact yang mendapat tag "New Subscriber" langsung menerima email welcome.
Use Case 3: Follow-up Setelah Buka Email
Situasi: Setelah contact membuka campaign "Product Launch", tambahkan tag "Interested" dan kirim email follow-up 2 hari kemudian.
Setup Automation 1: Trigger: Campaign Open → Campaign "Product Launch" | Delay: No Delay | Action: Tag & Untag Contact → Tag: centang "Interested"
Setup Automation 2: Trigger: Tag Attached → Tag "Interested" | Delay: Custom → 2 Days | Action: Send Email → Campaign: "Product Follow-up Email", Send Rules: Time Range 09:00 - 17:00
Hasil: Contact yang buka email akan mendapat tag "Interested", lalu 2 hari kemudian menerima email follow-up di jam kerja.
Use Case 4: Tag Otomatis Setelah Klik Link Pricing
Situasi: Jika contact klik link halaman pricing di email, tambahkan tag "Hot Lead" untuk ditindaklanjuti tim sales.
Setup: Trigger: Link Click → URL Match: Contains, URL: pricing | Delay: No Delay | Action: Tag & Untag Contact → Tag: centang "Hot Lead", Untag: centang "Cold Lead"
Hasil: Contact yang klik link pricing otomatis mendapat tag "Hot Lead" dan tag "Cold Lead" dihapus.
Tips & Best Practices
Jika baru pertama kali, buat automation sederhana: 1 trigger + 1 action, no delay atau delay singkat, test dengan contact Anda sendiri. Setelah terbiasa, baru buat automation yang lebih kompleks.
Gunakan format: [Trigger] → [Action]. Contoh bagus: "Birthday Email", "Welcome - New Subscriber", "Follow-up - Pricing Click". Hindari: "Automation 1", "Test", "Email Baru".
No Delay untuk: Email welcome (langsung kirim), Tag otomatis (langsung tambah/hapus), Update status (langsung ubah)
Custom Delay untuk: Email follow-up (tunggu 2-3 hari), Email reminder (tunggu 1 minggu), Email re-engagement (tunggu 2 minggu)
Beri jeda yang wajar agar tidak terasa spam.
Jika action adalah Send Email, gunakan Time Range agar email terkirim di jam yang tepat. Contoh: Jam kerja 09:00 - 17:00, Pagi 08:00 - 11:00, Siang 12:00 - 14:00. Email yang sampai di jam yang tepat lebih besar kemungkinan dibuka.
Untuk workflow yang kompleks, buat beberapa automation yang saling terhubung via tag.
Contoh:
Automation 1: Trigger Tag "New Subscriber" → Action Send Email "Welcome"
Automation 2: Trigger Campaign Open "Welcome" → Action Tag "Engaged"
Automation 3: Trigger Tag "Engaged" + Delay 3 Days → Action Send Email "Next Steps"
Sebelum mengaktifkan automation untuk semua contact:
1. Buat automation dan simpan
2. Aktifkan automation
3. Test dengan contact percobaan (email Anda sendiri)
4. Picu trigger secara manual (tambah tag, buka campaign, dll)
5. Cek apakah email terkirim dan action berjalan dengan benar
6. Jika ada masalah, nonaktifkan dulu, perbaiki, test ulang
Setelah automation aktif, pantau:
• Apakah email terkirim? (cek Email Log)
• Apakah tag ditambahkan? (cek halaman contact)
• Apakah status berubah? (cek halaman contact)
Jika ada yang tidak sesuai, review pengaturan automation.
Mulai dengan 2-3 automation yang paling penting: Welcome email, Birthday email, Tag otomatis setelah buka email. Setelah berjalan lancar, baru tambahkan automation lain.
Checklist Membuat Automation
- ✓ Nama automation sudah jelas dan deskriptif
- ✓ Trigger sudah dipilih dengan benar
- ✓ Trigger config sudah diisi (jika ada)
- ✓ Delay sudah diatur (No Delay atau Custom)
- ✓ Action sudah dipilih dengan benar
- ✓ Action config sudah diisi lengkap
- ✓ Jika action Send Email: campaign sudah dibuat dan diisi konten
- ✓ Jika action Send Email: time range sudah diatur (jika perlu)
- ✓ Automation sudah disimpan
- ✓ Automation sudah ditest dengan contact percobaan
- ✓ Test berhasil, automation sudah diaktifkan
- ✓ Monitor contact pertama yang kena automation
Butuh bantuan lebih lanjut?
Gabung Group Support Telegram