Mailketing CRM.

Tutorial Mailketing CRM

Panduan lengkap dari instalasi sampai automation. Pilih topik di sebelah kiri atau scroll ke bawah.

1

Instalasi

Ikuti langkah berikut untuk menginstal dan mengaktifkan Mailketing CRM di WordPress Anda.

1

Order Lisensi

Buka crm.mailketing.co.id, isi form registrasi, selesaikan pembayaran, dan lisensi key akan dikirim ke email Anda.

2

Download Plugin

Login ke dashboard, buka menu Download, dan unduh file mailketing-crm.zip.

3

Install Plugin di WordPress

Di WordPress admin, buka Plugins → Add New → Upload Plugin. Pilih file zip yang sudah diunduh, klik Install Now, lalu klik Activate Plugin.

4

Aktivasi Lisensi

Setelah plugin aktif, buka menu Mailketing CRM → Settings → License. Masukkan license key dari email, klik Activate. Jika berhasil, status berubah menjadi Active.

Catatan: 1 lisensi hanya bisa digunakan di 1 domain. Jika ingin pindah domain, reset lisensi terlebih dahulu dari dashboard.
5

Verifikasi Instalasi

Pastikan menu Mailketing CRM muncul di sidebar WordPress admin. Jika sudah muncul, plugin berhasil terinstal dan siap dikonfigurasi.

FAQ

Bagaimana cara pindah plugin ke domain lain?

Login ke dashboard, buka menu Lisensi, klik Reset Domain. Setelah itu Anda bisa aktivasi lisensi di domain baru.

Plugin tidak muncul setelah diaktifkan?

Pastikan versi WordPress Anda minimal 5.0 dan PHP minimal 7.4. Coba deaktivasi lalu aktifkan kembali plugin.

Lisensi key tidak valid?

Pastikan Anda copy-paste license key dengan benar tanpa spasi di awal/akhir. Jika masih gagal, hubungi support via Telegram.

2

Mailketing Integration

Hubungkan plugin Mailketing CRM dengan akun Mailketing Anda agar plugin bisa mengirim email dan menggunakan kredit Mailketing.

1

Dapatkan API Token

Login ke mailketing.id, buka Settings → API, copy API Token Anda.

2

Masukkan API Token di Plugin

Di WordPress admin, buka Mailketing CRM → Settings → Mailketing Integration. Paste API Token, klik Connect. Jika berhasil, email akun Mailketing Anda akan muncul beserta jumlah kredit tersisa.

3

Isi Default Sender

Isi From Name (nama pengirim yang tampil di inbox penerima) dan From Email (email pengirim yang sudah terverifikasi di Mailketing). Klik Simpan.

Penting: From Email harus sudah diverifikasi di Mailketing dashboard. Email yang belum diverifikasi tidak bisa digunakan untuk mengirim.
4

Test Kirim Email

Klik tombol Send Test Email, masukkan email tujuan, klik Kirim. Cek inbox Anda — jika email masuk, konfigurasi sudah benar.

5

Setup Webhook (Opsional tapi Direkomendasikan)

Webhook memungkinkan plugin menerima notifikasi dari Mailketing saat email dibuka atau bounce. Tanpa webhook, statistik open rate dan bounce tidak akan update.

Cara setup:

  1. Di Mailketing dashboard, buka Settings → Webhooks → Add Webhook
  2. Masukkan Webhook URL yang tertera di halaman Settings plugin
  3. Centang event: email.opened dan email.bounced
  4. Klik Save, lalu klik Send Test untuk verifikasi
Jika menggunakan plugin security atau Cloudflare: Tambahkan IP server Mailketing ke whitelist agar webhook tidak diblokir. IP server Mailketing tersedia di halaman Settings plugin.

Checklist Setelah Konfigurasi

  • ✓ API Token terhubung dan menampilkan email akun Mailketing
  • ✓ Kredit tersedia (minimal 100 kredit untuk testing)
  • ✓ From Name dan From Email sudah disimpan
  • ✓ Test email berhasil diterima di inbox
  • ✓ Webhook URL sudah dipasang di dashboard Mailketing

FAQ

Kredit Mailketing habis, apa yang terjadi?

Plugin tidak bisa mengirim email jika kredit 0. Buka halaman Settings → Mailketing Integration dan klik Top Up Credits untuk membeli kredit tambahan.

Bagaimana cara ganti akun Mailketing?

Klik Disconnect di halaman Settings, lalu masukkan API Token akun baru dan ulangi langkah konfigurasi.

Bisakah menggunakan beberapa sender email berbeda?

Bisa. Default Sender hanya digunakan sebagai fallback. Anda bisa memilih sender berbeda saat membuat campaign atau autoresponder.

3

General Setting

Settings → General adalah halaman untuk mengatur informasi perusahaan Anda yang akan digunakan sebagai data default dalam email dan komunikasi dengan contact. Informasi ini akan muncul di footer email, template email, dan berbagai komunikasi lainnya.

Manfaat: Email terlihat lebih profesional dengan informasi perusahaan lengkap, contact tahu siapa pengirim email, informasi kontak mudah diakses, timezone memastikan jadwal email terkirim di waktu yang tepat.

Cara Akses

Buka Settings → General di sidebar dashboard. Anda akan melihat form dengan berbagai field informasi perusahaan.

Field yang Tersedia

FieldKegunaanContoh
Company Name Nama resmi perusahaan atau brand Anda. Muncul di footer email, digunakan sebagai nama pengirim default, muncul di template email PT Sejahtera Indonesia, Toko Online Makmur, CV Digital Marketing Pro
Company Email Email resmi perusahaan yang bisa dihubungi. Email kontak yang ditampilkan di footer email, untuk menerima pertanyaan dari contact. Bukan email pengirim campaign (email pengirim diatur di Settings → Mailketing Integration) admin@perusahaan.com, info@perusahaan.com, support@perusahaan.com
Company Phone Nomor telepon perusahaan yang bisa dihubungi. Muncul di footer email, contact bisa menghubungi via telepon jika diperlukan +62 21 1234567 (kantor), +62 812-3456-7890 (WhatsApp bisnis)
Company Address Alamat lengkap kantor atau toko fisik Anda. Muncul di footer email, menunjukkan kredibilitas perusahaan, diperlukan untuk compliance (beberapa negara wajib cantumkan alamat di email marketing) Jl. Sudirman No. 123, Gedung Plaza Indonesia Lt. 5, Jakarta Pusat
City Nama kota tempat perusahaan beroperasi Jakarta, Surabaya, Bandung
Province Nama provinsi tempat perusahaan beroperasi DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Barat
Country Nama negara tempat perusahaan beroperasi Indonesia, Malaysia, Singapore
Timezone Zona waktu sesuai lokasi bisnis Anda. Menentukan waktu pengiriman email campaign, scheduled campaign, delay automation dan autoresponder. Memastikan email terkirim di jam yang tepat untuk audience Anda Asia/Jakarta (WIB), Asia/Makassar (WITA), Asia/Jayapura (WIT), Asia/Singapore

Cara Menyimpan

  1. Isi field yang diperlukan
  2. Scroll ke bawah
  3. Klik tombol "Simpan"
  4. Halaman akan reload dan muncul notifikasi sukses

Catatan: Semua field bersifat opsional. Anda bisa mengisi sebagian saja dan menyimpan. Namun disarankan mengisi semua field untuk hasil maksimal.

Contoh Timezone Populer

  • Asia/Jakarta — WIB (UTC+7) untuk Jakarta, Medan, Palembang
  • Asia/Makassar — WITA (UTC+8) untuk Makassar, Bali, Balikpapan
  • Asia/Jayapura — WIT (UTC+9) untuk Papua
  • Asia/Singapore — Singapore Time (UTC+8)
  • UTC — Coordinated Universal Time (UTC+0)

Use Case 1: Toko Online

Company Name: Toko Elektronik Sejahtera | Company Email: cs@tokoelektronik.com | Company Phone: +62 21 5551234 | Company Address: Jl. Mangga Dua Raya No. 88 | City: Jakarta Utara | Province: DKI Jakarta | Country: Indonesia | Timezone: Asia/Jakarta

Hasil: Email yang dikirim dari campaign akan menampilkan informasi lengkap toko di footer, sehingga pelanggan tahu siapa pengirimnya dan bagaimana menghubungi jika ada pertanyaan.

Use Case 2: Konsultan Freelance

Company Name: Digital Marketing Consultant by John | Company Email: john@digitalmarketing.id | Company Phone: +62 812-3456-7890 | Company Address: (kosongkan jika tidak punya kantor fisik) | City: Bandung | Province: Jawa Barat | Country: Indonesia | Timezone: Asia/Jakarta

Hasil: Email terlihat profesional dengan nama brand personal, meskipun tidak punya kantor fisik.

Tips & Best Practices

Isi Semua Field (Jika Memungkinkan):
Meskipun semua field opsional, disarankan untuk mengisi semuanya: Email terlihat lebih profesional, meningkatkan kepercayaan penerima, compliance dengan regulasi email marketing. Jika tidak punya kantor fisik: Anda bisa gunakan alamat virtual office atau PO Box, atau kosongkan field alamat.
Gunakan Email yang Aktif:
Field Company Email harus email yang: Aktif dan sering dicek, bisa menerima reply dari contact, profesional (hindari email gratisan seperti gmail personal).
Contoh email yang baik: support@namadomainanda.com, hello@namadomainanda.com, info@namadomainanda.com
Hindari: johndoe123@gmail.com (terlalu personal), noreply@namadomainanda.com (tidak bisa dibalas)
Format Nomor Telepon Konsisten:
Format internasional (recommended): +62 21 1234567 (telepon kantor), +62 812-3456-7890 (mobile)
Format lokal: 021-1234567, 0812-3456-7890
Pilih satu format dan gunakan konsisten di semua komunikasi.
Pilih Timezone dengan Tepat:
Penting: Timezone menentukan kapan email terkirim.
Jika audience mayoritas di Indonesia: Pilih Asia/Jakarta (WIB) untuk Jakarta/Medan/Palembang, Asia/Makassar (WITA) untuk Makassar/Bali/Balikpapan, Asia/Jayapura (WIT) untuk Papua
Jika audience internasional: Gunakan timezone mayoritas audience, atau buat campaign terpisah per timezone dengan scheduled campaign
Jangan pilih timezone server jika berbeda dengan audience — email akan terkirim di jam yang salah untuk mereka.
Update Informasi Jika Ada Perubahan:
Jangan lupa update informasi di halaman ini jika: Pindah kantor (alamat berubah), ganti nomor telepon, ganti email support, rebranding (nama perusahaan berubah). Informasi yang outdated bisa membingungkan contact dan merusak kepercayaan.
Konsistensi dengan Website dan Media Lain:
Pastikan informasi di Settings → General sama persis dengan informasi di: Footer website Anda, Halaman Contact Us website, Media sosial (Facebook Page, Instagram Bio), Google My Business. Konsistensi meningkatkan kredibilitas dan memudahkan contact menemukan Anda di berbagai channel.
Compliance dengan Regulasi:
Beberapa negara (termasuk US, EU) wajib mencantumkan alamat fisik di email marketing. Jika Anda mengirim email ke audience internasional, pastikan mengisi alamat untuk menghindari masalah compliance.

FAQ

Apakah semua field wajib diisi?

Tidak. Semua field opsional. Tapi disarankan mengisi semuanya untuk hasil maksimal.

Apakah informasi ini muncul di semua email?

Ya, informasi ini digunakan sebagai default di footer email dan template. Tapi Anda bisa override per campaign jika perlu.

Bisakah menggunakan email gratisan (Gmail, Yahoo) untuk Company Email?

Bisa, tapi tidak disarankan. Lebih baik gunakan email domain sendiri (contoh: info@domainanda.com) untuk terlihat lebih profesional.

Apakah Company Email sama dengan email pengirim campaign?

Tidak. Company Email adalah email kontak yang ditampilkan di footer. Email pengirim campaign diatur di Settings → Mailketing Integration.

Bagaimana jika saya pindah kantor?

Update informasi alamat di halaman ini, klik Simpan. Informasi baru akan muncul di email campaign berikutnya. Email yang sudah terkirim tidak terpengaruh.

Bisakah mengubah timezone setelah ada campaign berjalan?

Bisa. Perubahan timezone hanya mempengaruhi campaign/autoresponder/automation yang dijadwalkan setelah perubahan. Campaign yang sudah terjadwal tidak terpengaruh.

Apa yang terjadi jika saya tidak mengisi alamat?

Email tetap bisa dikirim, tapi footer email tidak akan menampilkan alamat. Untuk audience internasional (US/EU), ini bisa melanggar regulasi.

Checklist Settings → General

  • ✓ Company Name sudah diisi dengan nama resmi perusahaan
  • ✓ Company Email sudah diisi dengan email aktif dan profesional
  • ✓ Company Phone sudah diisi dengan nomor yang bisa dihubungi
  • ✓ Company Address sudah diisi (jika punya kantor fisik)
  • ✓ City, Province, Country sudah diisi
  • ✓ Timezone sudah dipilih sesuai lokasi mayoritas audience
  • ✓ Semua informasi sudah dicek dan benar
  • ✓ Informasi konsisten dengan website dan media sosial
  • ✓ Sudah klik tombol "Simpan"
4

Performance

Pengaturan performance mengontrol bagaimana plugin mengelola data contact dan proses pengiriman email agar website Anda tetap cepat meski mengirim ribuan email sekaligus.

Buka Mailketing CRM → Settings → Performance untuk mengaksesnya.

Cache

Cache menyimpan data contact sementara di memori agar plugin tidak perlu membaca database setiap saat. Ini mempercepat loading dan mengurangi beban server.

PengaturanPenjelasan
Aktifkan Cache Centang untuk mengaktifkan. Direkomendasikan jika Anda punya lebih dari 1.000 contacts.
Cache TTL (detik) Berapa lama data disimpan di cache sebelum diperbarui. Rekomendasi: 600 detik (10 menit). Turunkan ke 300 detik jika data contact sering berubah (misalnya banyak form signup aktif).

Queue

Queue memastikan email dikirim di background tanpa mengganggu performa website. Saat campaign dikirim ke 10.000 penerima, plugin memproses secara bertahap agar server tidak overload.

PengaturanPenjelasan
Queue Workers Jumlah email yang diproses bersamaan setiap kali cron berjalan. Rekomendasi: 5. Naikkan ke 10-20 jika server kuat dan perlu kirim lebih cepat. Turunkan ke 1-3 jika server sering overload.
Panduan cepat berdasarkan kebutuhan:
Blog/konten kecil (<1.000 contacts): Cache tidak perlu, Workers 3
Toko online aktif (1.000–10.000 contacts): Cache aktif 600 detik, Workers 5–10
Database besar (>10.000 contacts): Cache aktif 1800 detik, Workers 10–20

FAQ

Data contact baru tidak muncul di dashboard?

Kemungkinan cache TTL terlalu tinggi. Turunkan TTL ke 300 detik, atau klik Clear Cache untuk memuat ulang data segera.

Campaign stuck / tidak terproses?

Pastikan cron WordPress aktif (lihat section Cronjob), dan coba naikkan jumlah Workers. Jika masih stuck, coba klik Run All Now di halaman Cronjob.

Server lambat saat campaign berjalan?

Turunkan jumlah Workers menjadi 1–3 agar proses pengiriman tidak terlalu membebani server.

5

Cronjob

Cronjob adalah tugas otomatis yang berjalan di background secara berkala — seperti memproses antrian pengiriman email, menjalankan autoresponder, dan menghitung ulang segment. Tanpa cronjob yang berjalan dengan baik, email terjadwal tidak akan terkirim.

Buka Mailketing CRM → Settings → Cronjob untuk memantau status semua cronjob.

Daftar Cronjob

NamaIntervalFungsi
Campaign Queue Processor Setiap 1 menit Memproses antrian pengiriman campaign. Harus berjalan lancar agar email campaign terkirim tepat waktu.
Schedule Campaign Processor Setiap 1 menit Memeriksa campaign terjadwal dan memulai pengiriman saat waktunya tiba.
Autoresponder Queue Processor Setiap 1 menit Memproses antrian email autoresponder sesuai jadwal dan delay yang ditentukan.
Automation Queue Processor Setiap 1 menit Memproses antrian workflow automation.
Segment Recalculation Setiap 5 menit Menghitung ulang jumlah contact di setiap segment secara otomatis.

Cara Memantau Status Cronjob

Di halaman Cronjob, setiap baris menampilkan:

  • Status: Terjadwal (hijau) atau Tidak Aktif (merah)
  • Last Run: Kapan terakhir kali cronjob berjalan
  • Next Run: Jadwal berikutnya

Jika status Tidak Aktif atau Last Run sudah lebih dari 5 menit yang lalu, berarti ada masalah dengan WP-Cron. Klik Run All Now untuk menjalankan semua cronjob secara manual.

Setup External Cron (Direkomendasikan)

WP-Cron bawaan WordPress hanya berjalan saat ada pengunjung yang membuka website. Di hosting yang sepi atau saat maintenance, WP-Cron bisa tidak berjalan tepat waktu.

Solusi: Gunakan External Cron via cPanel atau Plesk

  1. Nonaktifkan WP-Cron di wp-config.php dengan menambahkan baris:
    define('DISABLE_WP_CRON', true);
  2. Di cPanel, buka Cron Jobs, tambahkan job baru:
    */1 * * * * wget -q -O /dev/null https://yourdomain.com/wp-cron.php?doing_wp_cron
  3. Set interval: setiap 1 menit (*/1 * * * *)
  4. Simpan dan verifikasi di halaman Cronjob plugin — status harus berubah menjadi Terjadwal
Kenapa External Cron lebih baik?
External cron berjalan secara konsisten setiap menit, tidak tergantung ada atau tidaknya pengunjung website. Ini memastikan email terjadwal selalu terkirim tepat waktu.

FAQ

Email terjadwal tidak terkirim sesuai waktu?

Cek halaman Cronjob — pastikan Schedule Campaign Processor dan Campaign Queue Processor berstatus Terjadwal. Jika bermasalah, setup External Cron.

Segment count tidak update setelah import contact?

Segment diperbarui setiap 5 menit. Tunggu sebentar atau klik Run All Now di halaman Cronjob untuk memperbarui sekarang.

Apakah External Cron wajib?

Tidak wajib, tapi sangat direkomendasikan terutama jika Anda mengandalkan email terjadwal atau autoresponder untuk bisnis. Website dengan traffic rendah sangat rentan WP-Cron tidak berjalan.

6

Contact Management

Contact Management adalah inti dari Mailketing CRM — tempat Anda menyimpan, mengelola, dan mengelompokkan semua kontak email Anda.

Tags

Tags adalah label yang bisa Anda tempelkan ke contact untuk mengelompokkan mereka berdasarkan karakteristik atau perilaku. Satu contact bisa punya banyak tag sekaligus.

Contoh penggunaan Tags:
• "New Subscriber" — baru bergabung
• "Premium Member" — sudah upgrade
• "Webinar Registered" — daftar webinar
• "Inactive 30 Days" — tidak buka email 30 hari

Membuat Tag Baru

  1. Buka Contact Management → Tags
  2. Isi kolom Nama Tag (maks. 100 karakter)
  3. Isi Deskripsi (opsional — untuk catatan internal Anda)
  4. Klik Simpan

Menambah/Hapus Tag dari Contact

Buka Contact Management → Contacts, klik contact yang ingin diedit, lalu di bagian Tags klik Add Tag atau klik tombol × di samping tag untuk menghapusnya.

Tips & Best Practices

Naming Convention:
Gunakan format yang konsisten agar mudah dicari:
• Status: "Status - Active", "Status - Churned"
• Sumber: "Source - Facebook Ads", "Source - Organic"
• Perilaku: "Opened - Product Launch Email"
• Program: "Enrolled - Trial", "Enrolled - Premium"
Tag vs Segment:
Gunakan Tag untuk label yang Anda tambahkan secara manual atau via automation. Gunakan Segment untuk pengelompokan otomatis berdasarkan kondisi data.

FAQ

Berapa maksimal tag per contact?

Tidak ada batasan — satu contact bisa punya tag sebanyak yang dibutuhkan.

Bagaimana cara hapus tag dari banyak contact sekaligus?

Gunakan fitur Bulk Action di halaman Contacts — centang contact yang diinginkan, pilih Remove Tag dari dropdown bulk action.

Custom Fields

Custom Fields memungkinkan Anda menyimpan data tambahan pada setiap contact di luar field standar (nama, email, telepon, kota, negara). Gunakan untuk informasi spesifik bisnis Anda.

Contoh Custom Fields:
• "Jenis Kelamin" (pilihan: Pria/Wanita)
• "Tanggal Pembelian Terakhir" (tanggal)
• "Total Pembelian" (angka)
• "Level Membership" (pilihan: Bronze/Silver/Gold)
• "Nama Perusahaan" (teks)

Membuat Custom Field Baru

  1. Buka Contact Management → Custom Fields
  2. Isi Label — nama field yang deskriptif (contoh: "Level Membership")
  3. Pilih Tipe Field:
    • Text — untuk nama, keterangan, teks bebas
    • Number — untuk angka, jumlah, skor
    • Date — untuk tanggal (birthday, tanggal join)
    • Select — pilihan dropdown (buat opsi satu per baris)
    • Textarea — untuk teks panjang, catatan
  4. Klik Tambah Field

Mengisi Data Custom Field di Contact

Buka halaman detail contact, scroll ke bagian Custom Fields, isi nilai yang sesuai, lalu klik Simpan.

Menggunakan Custom Field di Email

Setelah custom field dibuat, Anda bisa memasukkan nilainya ke dalam email menggunakan merge tag. Format: {custom:nama_field}. Contoh jika field Anda bernama "Level Membership": tulis {custom:level_membership} di template email.

FAQ

Bisakah custom field diisi otomatis dari form?

Ya. Saat integrasi form (Elementor Pro, CF7, dll), Anda bisa mapping field form ke custom field contact di menu Add Contact Integration.

Bagaimana jika custom field tidak diisi untuk beberapa contact?

Merge tag akan muncul kosong di email jika contact tidak punya nilai di field tersebut. Pastikan data contact sudah lengkap sebelum kirim campaign yang menggunakan custom field.

Segments

Segment adalah kelompok contact yang dibentuk secara otomatis berdasarkan kondisi/kriteria yang Anda tentukan. Berbeda dengan tag yang ditambahkan manual, segment dihitung ulang secara otomatis sehingga selalu up-to-date.

Contoh Segment:
• "Subscriber Jakarta" — contact dengan kota = "Jakarta"
• "High Value Customers" — contact dengan Total Pembelian > 1.000.000
• "Inactive Subscribers" — contact tidak punya tag "Opened Last 30 Days"
• "New This Month" — contact dibuat bulan ini

Membuat Segment Baru

  1. Buka Contact Management → Segments
  2. Klik + Buat Segment
  3. Isi Nama Segment
  4. Tambahkan kondisi (conditions):
    • Pilih Field yang ingin dijadikan filter (tag, custom field, status, kota, dll)
    • Pilih Operator (sama dengan, mengandung, lebih besar dari, dll)
    • Isi Nilai
  5. Tambahkan lebih banyak kondisi dengan AND (semua kondisi harus terpenuhi) atau OR (salah satu kondisi cukup)
  6. Klik Simpan

Setelah disimpan, segment akan menghitung jumlah contact yang cocok secara otomatis. Angka ini diperbarui setiap beberapa menit.

Menggunakan Segment untuk Campaign

Saat membuat campaign, di bagian Recipients pilih Segment dan pilih segment yang ingin menjadi penerima. Email hanya akan dikirim ke contact yang masuk kriteria segment tersebut.

Tips & Best Practices

Test segment sebelum kirim campaign:
1. Buat segment baru
2. Cek jumlah contact (tunggu beberapa menit atau simpan ulang untuk refresh)
3. Export CSV untuk preview daftar contact-nya
4. Jika sudah sesuai ekspektasi, baru kirim campaign

FAQ

Jumlah contact di segment tidak berubah setelah import?

Segment dihitung ulang secara berkala (setiap beberapa menit). Tunggu sebentar atau buka halaman edit segment dan klik Simpan untuk memaksa perhitungan ulang.

Segment count = 0 padahal seharusnya ada contact?

Cek kembali kondisi yang Anda buat — kemungkinan operator atau nilai tidak tepat. Coba hapus kondisi satu per satu untuk menemukan mana yang terlalu ketat.

Add Contact Integration

Add Contact Integration memungkinkan plugin otomatis menambahkan contact ke CRM setiap kali ada pendaftaran baru dari platform lain di website Anda — tanpa perlu import manual.

Platform yang Didukung

PlatformTrigger
WordPressSaat user baru register di WordPress
SejoliSaat order Sejoli selesai (completed)
WooCommerceSaat order WooCommerce selesai
Elementor ProSaat form Elementor Pro disubmit
Contact Form 7Saat form CF7 disubmit
LynkidSaat member Lynkid baru bergabung

Cara Setup Integrasi

  1. Buka Contact Management → Add Contact Integration
  2. Pilih platform yang ingin diintegrasikan
  3. Aktifkan toggle Enable Integration
  4. Atur Field Mapping — tentukan data apa yang diambil dan disimpan ke field contact mana
  5. Pilih Tags yang otomatis ditambahkan ke contact baru dari integrasi ini (opsional tapi direkomendasikan)
  6. Klik Simpan
Tips: Selalu tambahkan tag sumber di setiap integrasi. Misalnya integrasi WooCommerce beri tag "Source - WooCommerce". Ini memudahkan Anda segmentasi contact berdasarkan dari mana mereka masuk.

FAQ

Contact sudah ada, apakah akan dibuat duplikat?

Tidak. Plugin menggunakan logika upsert — jika email sudah ada, data contact diperbarui (bukan dibuat baru). Tag baru tetap ditambahkan ke contact yang sudah ada.

Platform saya tidak muncul di daftar integrasi?

Pastikan plugin platform tersebut sudah aktif di WordPress. Menu integrasi hanya muncul jika plugin yang bersangkutan terdeteksi aktif.

Import Contacts

Import Contacts memungkinkan Anda memasukkan banyak contact sekaligus dari berbagai sumber. Ada 4 metode import yang tersedia.

Metode 1: Import dari CSV

Cocok untuk import dari database lama, spreadsheet, atau export dari platform lain.

  1. Buka Contact Management → Import Contacts
  2. Pilih tab CSV
  3. Siapkan file CSV — baris pertama adalah header. Kolom wajib: email. Kolom opsional: name, phone, city, country, dan nama custom field yang sudah dibuat
  4. Upload file CSV
  5. Field Mapping — cocokkan kolom CSV ke field contact. Email biasanya otomatis terdeteksi
  6. Pilih Tags yang ingin ditambahkan ke semua contact yang diimport (opsional)
  7. Klik Import dan tunggu proses selesai
Tips CSV:
• Pastikan file disimpan dalam format UTF-8 untuk menghindari karakter aneh pada nama Indonesia
• Email duplikat dalam file yang sama hanya akan diimport sekali
• Jika email sudah ada di database, data contact akan diperbarui (bukan dibuat baru)
• Jika file besar (>1.000 baris), coba bagi jadi beberapa file kecil

Metode 2: Import dari WordPress User

Import langsung dari daftar user yang sudah terdaftar di WordPress Anda.

  1. Pilih tab WordPress User
  2. Filter berdasarkan Role user jika diperlukan (Administrator, Subscriber, Customer, dll)
  3. Pilih Tags yang ingin ditambahkan
  4. Klik Import

Metode 3: Import dari Sejoli

Import customers dari order Sejoli yang sudah selesai. Menu ini hanya muncul jika plugin Sejoli aktif.

  1. Pilih tab Sejoli
  2. Filter berdasarkan produk tertentu (opsional — atau pilih semua produk)
  3. Pilih Tags yang ingin ditambahkan
  4. Klik Import

Metode 4: Import dari WooCommerce

Import customers dari order WooCommerce yang sudah selesai. Menu ini hanya muncul jika WooCommerce aktif.

  1. Pilih tab WooCommerce
  2. Filter berdasarkan produk atau kategori tertentu (opsional)
  3. Pilih Tags yang ingin ditambahkan
  4. Klik Import

FAQ

Apakah import akan membuat contact duplikat?

Tidak. Sistem menggunakan logika upsert berdasarkan email — jika email sudah ada, data diperbarui. Jika belum ada, contact baru dibuat.

Format CSV yang benar seperti apa?

Baris pertama adalah header kolom. Contoh:
email,name,phone,city
john@example.com,John Doe,08123456789,Jakarta

Bagaimana jika proses import timeout?

Bagi file CSV menjadi beberapa bagian lebih kecil (500–1.000 baris per file) lalu import secara bertahap.

7

Email Messaging

Email Messaging mencakup semua cara mengirim email ke contact Anda — dari membuat template, mengirim campaign blast, menjadwalkan pengiriman, sampai membuat email series otomatis.

Email Templates

Email Templates adalah desain email yang bisa Anda buat sekali dan gunakan berulang kali di campaign maupun autoresponder. Plugin menyediakan editor drag-and-drop (GrapesJS) untuk mendesain email tanpa perlu coding.

Membuat Template Baru

  1. Buka Email Messaging → Email Templates
  2. Klik + Buat Template
  3. Isi Nama Template (untuk identifikasi internal, tidak tampil ke penerima)
  4. Klik Open Editor untuk membuka visual editor
  5. Di editor, gunakan panel kiri untuk drag block/komponen ke canvas:
    • Tambahkan Text untuk isi pesan
    • Tambahkan Image untuk gambar/banner
    • Tambahkan Button untuk call-to-action
    • Atur warna background, font, padding sesuai brand Anda
  6. Klik Save di dalam editor
  7. Kembali ke form dan klik Simpan Template

Personalisasi dengan Merge Tags

Anda bisa menyisipkan data contact ke dalam email menggunakan merge tags:

Merge TagHasil
{name}Nama contact
{email}Email contact
{phone}Nomor telepon contact
{city}Kota contact
{custom:nama_field}Nilai custom field tertentu
{unsubscribe_url}Link unsubscribe (wajib ada di footer)

Test Email Sebelum Pakai

Sebelum template digunakan untuk campaign, selalu kirim test email. Di halaman detail template, klik Send Test Email, masukkan email Anda, dan cek tampilannya di inbox.

Tips & Best Practices

Checklist sebelum template siap pakai:
• Test email sudah diterima dan tampil dengan benar
• Semua link sudah diklik dan berfungsi
• Merge tags sudah diganti dengan data yang benar (cek dengan contact yang punya data lengkap)
• Tampilan oke di mobile (buka di smartphone)
• Ada link unsubscribe di footer
Tips Desain Email:
• Lebar email maksimal 600px (standar inbox)
• Satu CTA utama per email — jangan terlalu banyak tombol
• Gunakan teks alternatif (alt text) pada semua gambar
• Buat 1 template "Base" dengan header dan footer standar, lalu duplikat untuk template baru

FAQ

Bisakah menggunakan template HTML sendiri?

Ya. Di editor ada opsi untuk beralih ke mode HTML Source dan menempel kode HTML langsung.

Apakah template bisa digunakan di beberapa campaign?

Ya. Satu template bisa dipilih di banyak campaign dan autoresponder. Perubahan pada template tidak akan mempengaruhi email yang sudah terkirim.

Campaigns

Campaign adalah pengiriman email blast ke banyak contact sekaligus — cocok untuk newsletter, promosi, pengumuman, atau konten berkala.

Membuat Campaign Baru

  1. Buka Email Messaging → Campaigns
  2. Klik + Buat Campaign
  3. Step 1 — Basic Info:
    • Isi Nama Campaign (untuk identifikasi internal)
    • Pilih atau buat Campaign Group (opsional — untuk mengelompokkan campaign)
  4. Step 2 — Email:
    • Isi Subject email (yang muncul di inbox penerima)
    • Isi Preheader (teks pendek setelah subject di preview inbox, opsional)
    • Pilih Email Template
    • Atur From Name dan From Email (opsional, default dari General Setting)
  5. Step 3 — Recipients:
    • Pilih penerima: All Contacts, berdasarkan Tags, atau berdasarkan Segment
    • Lihat preview jumlah penerima yang akan menerima email
  6. Klik Simpan sebagai Draft atau langsung Kirim Sekarang

Memantau Hasil Campaign

Setelah campaign dikirim, klik View Report untuk melihat statistik:

  • Sent — total email yang dikirim
  • Opened — berapa yang membuka email (butuh webhook aktif)
  • Bounced — email yang gagal sampai (alamat tidak valid/mailbox penuh)
  • Unsubscribed — contact yang berhenti berlangganan

Tips & Best Practices

Waktu pengiriman terbaik:
• Newsletter/konten: Selasa–Kamis, pukul 09.00–11.00 atau 14.00–16.00
• Promosi flash sale: Senin pagi atau Jumat sore
• Pengumuman penting: Segera, kapanpun diperlukan
Gunakan fitur Schedule Campaign untuk kirim di waktu optimal

FAQ

Bisakah mengirim ke sebagian contact saja?

Ya. Pilih penerima berdasarkan Tags atau Segment untuk menarget kelompok tertentu.

Campaign sudah dikirim, bisakah diedit?

Tidak bisa. Campaign yang sudah terkirim tidak bisa diedit atau dibatalkan. Pastikan sudah melakukan test email sebelum kirim.

Open rate rendah, apa yang perlu dicek?

Pertama, pastikan webhook sudah aktif (tanpa webhook, open rate tidak terhitung). Kedua, coba perbaiki subject email — buat lebih personal dan spesifik. Ketiga, cek apakah email masuk ke folder spam.

Schedule Campaigns

Schedule Campaign memungkinkan Anda menjadwalkan pengiriman campaign di tanggal dan jam tertentu di masa depan — cocok untuk promo terbatas, newsletter mingguan, atau pengiriman di jam optimal.

Membuat Schedule Campaign

  1. Buka Email Messaging → Schedule Campaigns
  2. Klik + Add Schedule
  3. Isi semua detail campaign (sama seperti campaign biasa: nama, subject, template, penerima)
  4. Di bagian Schedule, pilih tanggal dan jam pengiriman
  5. Klik Simpan

Campaign akan berstatus Waiting sampai waktu yang ditentukan tiba. Plugin otomatis akan memulai pengiriman pada waktu tersebut.

Status Schedule Campaign

StatusArtinya
WaitingMenunggu waktu yang ditentukan
RunningSedang dalam proses pengiriman
CompletedSelesai terkirim
FailedGagal (contoh: credits habis)
CancelledDibatalkan manual

Membatalkan Schedule Campaign

Selama status masih Waiting, Anda bisa membatalkan dengan klik tombol Cancel. Setelah status Running, pengiriman tidak bisa dihentikan sepenuhnya.

Pastikan cronjob aktif!
Schedule campaign bergantung pada cronjob untuk berjalan tepat waktu. Jika cronjob tidak aktif, campaign terjadwal tidak akan terkirim. Cek status di Settings → Cronjob.

FAQ

Bisakah jadwal diubah setelah disimpan?

Bisa, selama status masih Waiting. Klik Edit dan ubah tanggal/jam pengiriman.

Campaign scheduled tidak terkirim sesuai waktu?

Cek halaman Cronjob — pastikan Schedule Campaign Processor berstatus aktif. Jika bermasalah, setup External Cron untuk keandalan lebih baik.

Autoresponder

Autoresponder adalah serangkaian email yang dikirim secara otomatis bertahap setelah contact bergabung/mendaftar. Contoh: email selamat datang di hari pertama, panduan penggunaan di hari ke-3, tips lanjutan di hari ke-7.

Contoh penggunaan Autoresponder:
• Welcome series — kenalkan produk Anda secara bertahap
• Onboarding — panduan step-by-step untuk pelanggan baru
• Educational course — kirim materi pelajaran setiap beberapa hari
• Re-engagement — rangkaian email untuk contact yang lama tidak aktif

Membuat Autoresponder

  1. Buka Email Messaging → Autoresponder
  2. Klik + Buat Autoresponder
  3. Isi Nama Autoresponder
  4. Pilih Trigger — kapan contact mulai menerima series ini:
    • Tag Added — saat tag tertentu ditambahkan ke contact
    • Form Submit — saat form tertentu disubmit
    • Contact Created — saat contact baru dibuat
    • Manual Enroll — Anda yang mendaftarkan contact secara manual
  5. Tambahkan Steps (langkah email):
    • Klik + Add Step
    • Isi nama step, subject, preheader, pilih template
    • Atur Delay — berapa hari/jam setelah step sebelumnya email ini dikirim. Step pertama: 0 hari = langsung saat enroll
    • Ulangi untuk semua step
  6. Klik Simpan & Aktifkan

Contoh Struktur Welcome Series

StepDelayIsi Email
Step 1Langsung (0 hari)Selamat datang + pengenalan
Step 23 hari kemudianFitur utama yang perlu diketahui
Step 37 hari kemudianTips dan trik terbaik
Step 414 hari kemudianPenawaran khusus untuk member baru

Pause dan Resume Autoresponder

Untuk menghentikan sementara autoresponder (misalnya saat update konten), klik Pause. Contact yang sudah terdaftar tidak akan menerima email baru sampai diaktifkan kembali. Klik Activate untuk melanjutkan.

FAQ

Apakah contact yang sudah terdaftar bisa masuk lagi?

Tergantung pengaturan. Secara default, jika contact sudah selesai series dan trigger terpenuhi lagi (misalnya tag dihapus lalu ditambah lagi), contact bisa terdaftar ulang.

Email autoresponder tidak terkirim?

Cek status cronjob di Settings → Cronjob — pastikan Autoresponder Queue Processor aktif. Juga pastikan kredit Mailketing Anda mencukupi.

Bisakah mengubah urutan step setelah autoresponder aktif?

Bisa. Pause autoresponder terlebih dahulu, edit step, lalu aktifkan kembali. Perubahan hanya berlaku untuk contact yang belum menerima step tersebut.

Email Log

Email Log adalah riwayat semua email yang pernah dikirim melalui plugin — baik dari campaign, schedule campaign, maupun autoresponder. Gunakan untuk memantau status pengiriman dan mendeteksi masalah.

Mengakses Email Log

Buka Email Messaging → Email Log. Semua email yang pernah dikirim akan tampil di sini dengan informasi lengkap.

Memahami Status Email

StatusArtinya
Sent (biru)Email berhasil dikirim, belum ada informasi dibuka
Opened (hijau)Penerima sudah membuka email (butuh webhook aktif)
Bounced (merah)Email gagal sampai — alamat email tidak valid atau mailbox penuh
Error (kuning)Gagal dikirim karena masalah teknis (kredit habis, koneksi API, dll)

Filter dan Pencarian

Gunakan filter di atas tabel untuk mempersempit hasil:

  • Search — cari berdasarkan email penerima atau subject
  • Status — filter berdasarkan status (Sent/Opened/Bounced/Error)
  • Date Range — filter berdasarkan rentang tanggal
  • Campaign — filter berdasarkan campaign tertentu

Kirim Ulang Email yang Gagal

Jika ada email dengan status Error, Anda bisa mengirim ulang. Klik tombol Resend di kolom Action. Pastikan penyebab error sudah diatasi terlebih dahulu (misalnya top up kredit jika error karena kredit habis).

Export Log ke CSV

Klik tombol Export CSV di pojok kanan atas untuk mengunduh log sebagai file CSV. Berguna untuk laporan bulanan atau analisis di Excel/Google Sheets.

Tips & Best Practices

Pantau Email Log secara rutin:
Bounce rate tinggi (>3%): segera bersihkan daftar email — hapus atau non-aktifkan contact dengan email bounced agar tidak merusak reputasi pengirim Anda
Error rate tinggi (>1%): cek sisa kredit Mailketing dan status koneksi API
Open rate rendah: pastikan webhook sudah aktif; open rate tidak terhitung tanpa webhook
Bersihkan Contact Bounced secara Berkala:
1. Filter Email Log → Status = Bounced
2. Export CSV
3. Hapus atau non-aktifkan contact dengan email bounced dari daftar Anda
Email bounced yang dibiarkan akan terus mengurangi reputasi pengirim Anda

FAQ

Status email tidak berubah dari "Sent" ke "Opened" meski email sudah dibuka?

Pastikan webhook sudah terpasang dan aktif di Mailketing dashboard. Tanpa webhook, plugin tidak bisa menerima informasi bahwa email sudah dibuka.

Bisakah melihat isi email yang sudah dikirim?

Ya. Klik View Details di baris email log — ada tab HTML Preview untuk melihat tampilan email yang dikirim.

Apakah resend email menggunakan kredit baru?

Ya. Setiap resend dihitung sebagai pengiriman baru dan menggunakan 1 kredit.

Email Log sangat banyak dan membuat database berat?

Pertimbangkan untuk menghapus log lama secara berkala. Di Settings → Advance, ada opsi auto-cleanup log email yang lebih lama dari jumlah hari yang Anda tentukan.

8

Automation

Automation adalah fitur untuk menjalankan aksi otomatis ketika contact melakukan sesuatu atau memenuhi kondisi tertentu. Anda cukup atur sekali, sistem akan menjalankannya secara otomatis.

Contoh sederhana:
• Contact mendapat tag "New Subscriber" → otomatis kirim email welcome
• Contact membuka email campaign → otomatis tambah tag "Engaged"
• Contact klik link di email → otomatis kirim email follow-up
• Ulang tahun contact → otomatis kirim email ucapan

Manfaat: Hemat waktu (tidak perlu manual satu per satu), konsisten (setiap contact mendapat perlakuan yang sama), personal (email dikirim berdasarkan aksi nyata contact), berjalan 24/7 (otomatis meski Anda offline)

Mengakses Halaman Automation

Buka menu Automation di sidebar dashboard. Anda akan melihat daftar automation yang sudah dibuat. Jika belum ada, klik tombol "+ New Automation" untuk membuat yang pertama.

Setiap automation menampilkan:

  • Label — Nama automation yang Anda buat
  • Trigger — Apa yang memicu automation (contoh: "Birthday", "Tag Attached")
  • Action — Apa yang dilakukan automation (contoh: "Send Email", "Tag / Untag")
  • Status — Active (hijau, berjalan dan siap memproses) atau Inactive (abu-abu, tidak aktif)
  • Tombol Aksi — Edit, Toggle (Aktif/Nonaktif), Hapus

Membuat Automation Baru

Klik "+ New Automation" di pojok kanan atas halaman.

1. Isi Label Automation — Beri nama yang jelas. Contoh nama yang baik: "Birthday Email", "Welcome Email - New Subscriber", "Follow-up Email - Link Click", "Tag VIP - Campaign Open"

2. Pilih Trigger (Pemicu) — Kondisi yang membuat automation mulai berjalan:

TriggerKapan BerjalanPengaturanCocok Untuk
Birthday Setiap hari untuk contact yang ulang tahun hari ini Tidak ada pengaturan tambahan Kirim email ucapan ulang tahun otomatis, kirim voucher diskon spesial ulang tahun
Link Click Contact mengklik link dari campaign URL Match: Contains / Is (exact) / Starts with / Ends with / Not contains + isi URL atau bagian URL yang ingin dipantau Kirim penawaran khusus setelah klik halaman produk, tambah tag "Interested" setelah klik link tertentu
Campaign Open Contact membuka campaign tertentu untuk pertama kali Pilih Campaign Group → pilih Campaign spesifik Tambah tag "Engaged" setelah buka email, kirim email follow-up setelah buka campaign pertama
Tag Attached Tag tertentu ditambahkan ke contact Pilih Tag dari dropdown Kirim email welcome saat tag "New Subscriber", kirim email trial guide saat tag "Trial Started", kirim email ucapan selamat saat tag "Customer"

Catatan penting:

  • Birthday: Contact harus punya tanggal lahir (custom field "Date of Birth"). Automation cek setiap hari via cron job. Delay bisa diatur agar email terkirim jam tertentu (contoh: jam 9 pagi)
  • Link Click: Contoh: Operator "Contains" + URL "pricing" → trigger saat klik link apapun yang ada kata "pricing". Operator "Is (exact)" + URL lengkap → trigger hanya untuk link tersebut
  • Campaign Open: Trigger hanya berjalan sekali per contact per campaign (saat pertama kali dibuka). Jika contact buka email yang sama beberapa kali, automation hanya jalan 1x
  • Tag Attached: Tag bisa ditambahkan manual, via import, via integration (form, WooCommerce, Sejoli), atau via automation lain

3. Atur Delay (Opsional) — Jeda waktu sebelum action dijalankan. Berguna agar email tidak terkirim terlalu cepat.

  • No Delay — Action langsung dijalankan setelah trigger terpenuhi
  • Custom Delay — Action dijalankan setelah jeda waktu tertentu. Atur durasi: Jumlah (angka) + Satuan (Minutes / Hours / Days / Weeks / Months). Contoh: 3 Days = email dikirim 3 hari setelah trigger

Tips penggunaan delay: Untuk email welcome: No Delay atau 1 Hour. Untuk email follow-up: 2-3 Days. Untuk email re-engagement: 1-2 Weeks

4. Pilih Action (Aksi) — Apa yang akan dilakukan automation setelah trigger terpenuhi:

ActionFungsiPengaturan
Send Email Kirim email ke contact yang memicu automation Pilih Campaign Group → pilih Campaign. Send Rules: No Rules (kirim langsung kapan saja) atau Time Range (kirim hanya dalam rentang waktu tertentu, contoh: 09:00 - 17:00). Catatan: Send email hanya 1x per hari per automation per contact. Campaign harus sudah dibuat terlebih dahulu
Tag & Untag Contact Tambahkan atau hapus tag dari contact Centang tag yang ingin ditambahkan (Tag) atau dihapus (Untag). Bisa memilih lebih dari satu tag
Update Status Contact Ubah status contact di CRM Pilih Status Baru: Active (bisa menerima email), Unsubscribed (tidak akan menerima email marketing), atau Bounced (email bounce, tidak akan menerima email)

5. Simpan Automation — Klik tombol "Buat Automation" (atau "Update Automation" jika sedang edit). Automation akan tersimpan dengan status Inactive. Anda perlu mengaktifkannya secara manual di halaman daftar automation.

Aktifkan/Nonaktifkan Automation

Di halaman daftar automation, klik tombol Toggle di samping automation. Status akan berubah:

  • Inactive → Active — Automation mulai berjalan (icon hijau). Automation akan memproses contact yang memenuhi trigger
  • Active → Inactive — Automation berhenti (icon abu-abu). Automation tidak akan memproses contact baru

Edit dan Hapus Automation

Edit: Klik tombol Edit, ubah pengaturan sesuai kebutuhan, klik Update Automation. Perubahan hanya berlaku untuk contact yang memicu trigger setelah automation diupdate.

Hapus: Klik tombol Hapus, konfirmasi dengan klik OK. Perhatian: Penghapusan bersifat permanen. Email yang sudah terkirim tidak bisa dibatalkan. Action yang sudah dijalankan (tag yang ditambah, status yang diubah) tidak bisa di-undo.

Use Case 1: Email Birthday Otomatis

Situasi: Kirim email ucapan ulang tahun otomatis setiap hari ke contact yang berulang tahun.

Setup: Trigger: Birthday | Delay: Custom → 0 Days, 9 Hours (email terkirim jam 9 pagi) | Action: Send Email → Campaign Group: pilih group yang berisi email birthday, Campaign: "Happy Birthday Email", Send Rules: Time Range 09:00 - 10:00

Hasil: Setiap contact yang ulang tahun akan menerima email jam 9 pagi.

Use Case 2: Welcome Email untuk Subscriber Baru

Situasi: Setiap kali ada orang baru subscribe (mendapat tag "New Subscriber"), kirim email welcome otomatis.

Setup: Trigger: Tag Attached → Tag "New Subscriber" | Delay: No Delay | Action: Send Email → Campaign Group: Welcome Series, Campaign: Welcome Email, Send Rules: No Rules

Hasil: Setiap contact yang mendapat tag "New Subscriber" langsung menerima email welcome.

Use Case 3: Follow-up Setelah Buka Email

Situasi: Setelah contact membuka campaign "Product Launch", tambahkan tag "Interested" dan kirim email follow-up 2 hari kemudian.

Setup Automation 1: Trigger: Campaign Open → Campaign "Product Launch" | Delay: No Delay | Action: Tag & Untag Contact → Tag: centang "Interested"

Setup Automation 2: Trigger: Tag Attached → Tag "Interested" | Delay: Custom → 2 Days | Action: Send Email → Campaign: "Product Follow-up Email", Send Rules: Time Range 09:00 - 17:00

Hasil: Contact yang buka email akan mendapat tag "Interested", lalu 2 hari kemudian menerima email follow-up di jam kerja.

Use Case 4: Tag Otomatis Setelah Klik Link Pricing

Situasi: Jika contact klik link halaman pricing di email, tambahkan tag "Hot Lead" untuk ditindaklanjuti tim sales.

Setup: Trigger: Link Click → URL Match: Contains, URL: pricing | Delay: No Delay | Action: Tag & Untag Contact → Tag: centang "Hot Lead", Untag: centang "Cold Lead"

Hasil: Contact yang klik link pricing otomatis mendapat tag "Hot Lead" dan tag "Cold Lead" dihapus.

Tips & Best Practices

Mulai dari yang Sederhana:
Jika baru pertama kali, buat automation sederhana: 1 trigger + 1 action, no delay atau delay singkat, test dengan contact Anda sendiri. Setelah terbiasa, baru buat automation yang lebih kompleks.
Beri Nama yang Jelas:
Gunakan format: [Trigger] → [Action]. Contoh bagus: "Birthday Email", "Welcome - New Subscriber", "Follow-up - Pricing Click". Hindari: "Automation 1", "Test", "Email Baru".
Gunakan Delay dengan Bijak:
No Delay untuk: Email welcome (langsung kirim), Tag otomatis (langsung tambah/hapus), Update status (langsung ubah)
Custom Delay untuk: Email follow-up (tunggu 2-3 hari), Email reminder (tunggu 1 minggu), Email re-engagement (tunggu 2 minggu)
Beri jeda yang wajar agar tidak terasa spam.
Gunakan Time Range untuk Email:
Jika action adalah Send Email, gunakan Time Range agar email terkirim di jam yang tepat. Contoh: Jam kerja 09:00 - 17:00, Pagi 08:00 - 11:00, Siang 12:00 - 14:00. Email yang sampai di jam yang tepat lebih besar kemungkinan dibuka.
Kombinasi Automation untuk Workflow Kompleks:
Untuk workflow yang kompleks, buat beberapa automation yang saling terhubung via tag.
Contoh:
Automation 1: Trigger Tag "New Subscriber" → Action Send Email "Welcome"
Automation 2: Trigger Campaign Open "Welcome" → Action Tag "Engaged"
Automation 3: Trigger Tag "Engaged" + Delay 3 Days → Action Send Email "Next Steps"
Test Sebelum Aktifkan:
Sebelum mengaktifkan automation untuk semua contact:
1. Buat automation dan simpan
2. Aktifkan automation
3. Test dengan contact percobaan (email Anda sendiri)
4. Picu trigger secara manual (tambah tag, buka campaign, dll)
5. Cek apakah email terkirim dan action berjalan dengan benar
6. Jika ada masalah, nonaktifkan dulu, perbaiki, test ulang
Monitor Contact yang Kena Automation:
Setelah automation aktif, pantau:
• Apakah email terkirim? (cek Email Log)
• Apakah tag ditambahkan? (cek halaman contact)
• Apakah status berubah? (cek halaman contact)
Jika ada yang tidak sesuai, review pengaturan automation.
Jangan Buat Terlalu Banyak Automation Sekaligus:
Mulai dengan 2-3 automation yang paling penting: Welcome email, Birthday email, Tag otomatis setelah buka email. Setelah berjalan lancar, baru tambahkan automation lain.

Checklist Membuat Automation

  • ✓ Nama automation sudah jelas dan deskriptif
  • ✓ Trigger sudah dipilih dengan benar
  • ✓ Trigger config sudah diisi (jika ada)
  • ✓ Delay sudah diatur (No Delay atau Custom)
  • ✓ Action sudah dipilih dengan benar
  • ✓ Action config sudah diisi lengkap
  • ✓ Jika action Send Email: campaign sudah dibuat dan diisi konten
  • ✓ Jika action Send Email: time range sudah diatur (jika perlu)
  • ✓ Automation sudah disimpan
  • ✓ Automation sudah ditest dengan contact percobaan
  • ✓ Test berhasil, automation sudah diaktifkan
  • ✓ Monitor contact pertama yang kena automation

Butuh bantuan lebih lanjut?

Gabung Group Support Telegram